KORBAN KERUSUHAN DI WAMENA, 14 ORANG MEMILIH PULANG KAMPUNG DI PONOROGO

  • Whatsapp

TKTNEWS.net Ponorogo Bebearapa masyarakat yang Menjadi korban kerusuhan Wamena beberapa waktu lalu, berjumlah 14 orang memilih pulang kampung di ponorogo.

Kedatangan ke-14 warga asli Ponorogo tersebut disambut langsung oleh kepala Dinas sosial dan P3A Kabupaten Ponorogo, Supriadi, secara bergelombang pada Kamis malam, 3/10.2019

Supriadi, S.Sos, M.Si Kepala Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Ponorogo dikonfirmasi Kamis, 3/10 mengatakan bahwa kedatangan warga korban kerusuhan Wamena yang merupakan asli kelahiran ponorogo tersebut sebagian sudah mengantongi sebagai penduduk Wamena sementara ada sebagian lagi masih tercatat sebagai warga Ponorogo yang merantau di Wamena.

“Saya mencatat ada 14 orang. Dan infonya masih ada lagi warga Ponorogo yang menjadi korban kerusuhan di Wamena dan saat ini masih berada di posko pengungsian menunggu pemulangan.”ujar Supriadi, Kepala Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Ponorogo kepada awak media.

Dijelaskan Supariadi, bahwa kepulangan 14 orang korban kerusuhan tersebut tiba di Ponorogo tidak bersamaan tetapi secara bergelombang.

Dirinya mencatat kepulangan pertama pada hari Rabu, 2/10 lalu ada dua orang kemudian disusul pada Rabo malam dini hari atau Kamis, 3/10 ada tujuh orang dengan dua kepala keluarga dan selanjutnya pada hari Kamis malam ada 5 orang sehingga total warga yang telah kembali ke Ponorogo dari Wamena tercatat ada 14 orang.

kepala dinas sosial dan P3A telah memulangkan mereka kepada keluarganya yang berada di Ponorogo dan selanjutnya biaya hidup mereka selama berada di Ponorogo hingga beberapa hari kedepan akan ditanggung begitu juga dengan kesehatan dan mental mereka juga akan dilakukan pemeriksaan.”Kita sudah koordinasi dengan dinas kesehatan soal.”terang kepala dinas sosial dan P3A Kabupaten Ponorogo.

Ditambahkan Supriadi bahwa dari hasil pemeriksaan sementara beberapa warga Ponorogo korban kerusuhan Wamena dalam kondisi baik terutama yang pulang lebih awal begitu juga yang baru tiba keesokan harinya juga akan langsung dilakukan pemeriksaan.

Sementara itu Susarno warga Bungkal kecamatan Bungkal yang memilih pulang kampung halaman karena merasa terancam keselamatannya. Susarno yang bekerja sebagai kuli bangunan dan istri sebagai guru disalah satu sekolah dasar tersebut sudah tujuh tahun berada di kita Wamena.

Dirinya mengaku sudah merasa nyaman tinggal disana. Susarno selamat bersama kelurganya berkat pertolongan penduduk pribumi yang baik hati menyembunyikan dari kejaran warga Wamena yang hendak menghabisinya.

Ketika ditanya, apakah kedepan akan kembali lagi disana dengan lantang Susarno pasti akan kembali jika situasi dan kondisi sudah membaik.”InsyaAllah, kalau situasi dan kondisi disana sudah stabil dan aman saya bersama keluarga akan kembali lagi.”terang Susarno kepada wartawan.

Masih menurut Susarno, bahwa masih ada banyak warga Wamena yang berada di posko pengungsian menunggu pemulangan hanya saja ketika ditanya ada berapa banyak warga Ponorogo dirinya tidak mengetahui secara jelas tapi msih banyak saudaranya yang berada di posko pengungsian menunggu giliran pemulangan ke kampung halaman.(Nanang)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan