BPBD Kabupaten Situbondo Terus Mengoptimalkan Pendistribusian Air Bersih

  • Whatsapp

TKTBEWS.net Situbondo Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih sehubungan kekeringan akibat kemarau panjang yang terjadi di sebelas titik pada enam Kecamatan di Kabupaten Situbondo.

” Kami mengerahkan satu kendaraan tangki untuk memasok bantuan air bersih PDAM pada masyarakat yang dilanda krisis air bersih itu, akibat kemarau panjang, ” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo, Drs Budi Narwanto M Si saat ditemui Wartawan TKTBEWS.net dikantornya, Selasa (8/10/2019) pagi.

Sambung dia, masyarakat yang dilanda kekeringan terjadi di 6 (enam) Kecamatan akibat dari kemarau panjang yang menyebabkan air bawah tanah mengering.

Masyarakat terkadang untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK) terpaksa mencari air ke saluran sungai, menggali lubang di sekitar aliran sungai, kolam serta sumber mata air yang ada.

” Meski demikian, kata dia, kondisi air tersebut tidak laik untuk digunakan MCK, “katanya.

Lebih lanjut Budi Narwanto menjelaskan, Karena itu, BPBD Situbondo mengoptimalkan pendistribusian air bersih bagi warga yang dilanda kekeringan akibat kemarau panjang.

” Kami hari ini sudah menyalurkan air bersih di dusun Bandusa, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa menggunakan truk tangki dengan kapasitas 5000 liter, ” katanya menjelaskan.

Menurutnya, masyarakat yang mendapatkan pasokan air bersih karena sebelumnya mengajukan permohonan dari masing-masing Kecamatan, yang dikirim dan ditujukan kepada Bupati Situbondo melalui BPBD Kabupaten Situbondo.

” Tim Pusdalops BPBD Situbondo sebelumnya sudah mengirimkan surat melalui Kecamatan masing-masing, untuk mendata pada titik desa yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang, “ujarnya.

Dikatakan Budi Narwanto, bahwa BPBD mendistribusikan air bersih itu setelah ada koordinasi dan atas dasar perintah bupati karena menggunakan dana pemerintah daerah.

” Kami minta masyarakat mengajukan air bersih harus prosedur dan diajukan kepada bupati melalui petugas di Kecamatan masing-masing, karena menggunakan dana rakyat (APBD) yang harus dipertanggungjawabkan, ” katanya menjelaskan.

Budi Narwanto menambahkan, masyarakat yang mengalami kekeringan di 6 (enam) Kecamatan tersebut antara lain, Kecamatan Banyuglugur, Sumbermalang, Mlandingan, Suboh, Banyuputih dan Kecamatan Arjasa.

Kekeringan ini, menurut dia, masyarakat setempat ada yang kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih untuk tanaman padi. Maka akan mengakibatkan terancam gagal panen. Jadi, kata Budi, untuk pengairan sawah pertanian itu bukan ranah kami (BPBD), akan tetapi ranahnya dinas terkait.

” Kami siap menyalurkan pasokan air bersih PDAM. Namun hanya untuk air minum bagi masyarakat setelah adanya pengajuan dari Kecamatan, ” pungkasnya. (imam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan