Program Pertanian Tidak Menyentuh ke Petani

  • Whatsapp

 
Situbondo TKTNEWS.net – Program pemerintah dalam bidang pertanian dinilai banyak yang tidak menyentuh langsung ke para petani. Seperti demplot atau kebun percontohan. Realisasi program tersebut yang menghabiskan anggaran hingga ratusan juta, dinilai tidak berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat tani.

Muhlisin, anggota Komisi II DPRD Situbondo menerangkan, setelah Komisi II memeriksa perogram-program pertanian tahun ini, kegiatan yang menyentuh langsung ke petani malah dikepras. Di satu sisi, eksekutif tetap menganggarkan untuk demplot. 

Pengeprasan anggaran tersebut di antaranya pada pembangunan unit pengelola hasil (UPH) kopi. Sebelumnya direncanakan dibangun dua unit, kini berubah menjadi satu unit. 

“Padahal, potensi kopi sudah jelas. Punya pasar skala nasional. Bahkan sudah ekspor. Kenapa tidak itu yang menjadi konsen pemerintah,” katanya.

Di satu sisi, tahun ini pemerintah tetap menganggarkan untuk demplot pembuatan bibit singkong. Anggarannya mencapai Rp 500 juta. 

“Ketika kita tanya, persiapan industri hilirnya bagaimana, ternyata masih mengambang. Belum ada pasar. Percuma kita tanam, ternyata pasarnya tidak ada,” katanya.

Contoh lain, balai teknologi pertanian di Wisata Pantai Pathek, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan. Pembuatannya menghabiskan anggaran miliaran rupiah. Tetapi, harus diakui, kata Muhlisin, balai ini belum berdampak secara langsung ke petani. 

“Petani hanya melihat. Itukan dibuat sebagai pusat teknologi sehingga petani mereferensi ke lokasi tersebut,” ujarnya.

Dia menerangkan, tidak masalah pemerintah membuat program percontohan. Tetapi, kegiatan yang memiliki dampak langsung ke petani harus lebih diprioritaskan. Ke depan, dia berharap, pemerintah turun ke bawah dan mengecek kebutuhan dasar petani. 

“Sehingga dalam menentukan program, lebih tepat sasaran,” ujar Muhlisin.

Kata dia, ada beberapa program konkret yang bersentuhan langsung dengan petani. Muhlisin mencontohkan bantuan pembibitan kopi dalam skala besar. 

“Kopi Argopuro itu tiap tahun kekurangan stok. Defisit terus karena kelebihan pasar. Artinya, bahan baku yang tersedia masih kurang. Cobalah anggarkan bantuan pembibitan,” harapnya. 

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Farid Kuntadi mengatakan, semua program pertanian bertujuan untuk kesejahteraan petani. Karena itu, dia tidak setuju jika pembuatan taman perkebunan dianggap tidak bersentuhan dengan petani. 

“Balai penerapan teknologi pertanian punya bibit, punya teknologi untuk meningkatkan produktifitas pertanian,” kata Farid. Selasa (5/11/2019).

Farid menambahkan, setiap program sudah bersentuhan dengan petani. Baik fisik maupun nonfisik. Dia mencontohkan dengan pelatihan peningkatan SDM petani. 

“Arahnya ke petani. Potensi dan kompetensi harus ditingkatkan,” pungkasnya. (imam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan