Tol Probowangi Masuk Tahap Pembebasan Lahan.

  • Whatsapp

Situbondo TKTNEWS.net – Panitia pembebasan lahan tol wilayah Situbondo sudah terbentuk, kemarin. Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Situbondo selaku ketua panitia. Kemudian anggotanya terdiri dari unsur pemerintah daerah hingga desa. Ini artinya, tahap pembebasan lahan sudah dimulai.

Wakil Bupati Situbondo, Ir H Yoyok Mulyadi M Si menerangkan, keberadaan panitia sangat menentukan kesuksesan pembangunan tol. Sebab, tahap pembebasan tanah biasanya lebih lama.

 “Kalau pembebasannya lebih cepat, pembangunannya cepat juga. Pemenang tender sudah ada,” katanya.

Oleh sebab itulah, H Yoyok berharap, tidak ada kendala dalam tahapan ini. Dia menambahkan, unsur kepanitiaan di desa melibatkan masyarakat atas penunjukan kepala desa. Makanya, kepala desa harus menunjuk orang yang mampu dan siap bekerja, pesannya di hadapan para kepala desa yang hadir dalam pembentukan panitia, kemarin.

Sebanyak 46 desa di 14 kecamatan yang dilewati tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi). Masing-masing desa tersebut memiliki panitia. Selain panitia perwakilan desa, ada juga dari unsur pemerintah kecamatan. 

“Panitia harus bisa melayani masyarakat dengan baik,” harap Wabup H Yoyok.

Wabup H Yoyok menerangkan, pembangunan tol merupakan proyek strategis nasional. Dalam proyek strategis nasional, semua pihak terlibat secara langsung. 

“Artinya, kesuksesan pembangunan tol tergantung kita,” ujarnya.

Pejabat pembuat komitmen (PPK) Tol Probowangi seksi II Wilayah Situbondo, Agus Dwinarno menambahkan, setelah panitia terbentuk, dilakukan inventarisasi dan identifikasi lahan milik warga. Dia berharap, dalam proses ini, panitia harus cermat dan jeli. 

“Jangan sampai ada hak masyarakat yang ketinggalan,” ujarnya. Rabu (6/11/2019).

Kata dia, hasil invetarisasi dan identifikasi menjadi dasar dalam pembebasan lahan. Termasuk dalam menentukan harga pembelian tanah. Dia berharap, panitia tidak mengalami kendala dalam menjalankan tugasnya. 

“Keberhasilan pembebasan tergantung di bawah. Kalau pembebasan lahan cepat, pembangunan fisik bisa lebih cepat,” imbuhnya. 

Agus menambahkan, setelah inventarisasi, memang disediakan masa komplain. Selama masa itu, masih bisa dilakukan perbaikan terhadap hasil kerja panitia. Sehingga lahan masyarakat yang dilewati tol terakomodir semua. 

Saat ditanya kapan mulai pengerjaan fisik, Agus mengaku, itu tergantung tahap pembebasan lahan. 

“Mana yang selesai (pembebasan lahan), itu yang dikerjakan,” pungkasnya. (imam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan