KSM DALAM PROSES GEDUNG BANK SAMPAH DIMOJOWARNO HANYA DIJADIKAN PELENGKAP

  • Whatsapp

JOMBANG TKTNEWS.net – Proses pembangunan pengelolaan persampahan fasilitas atau koordinasi pengurangan sampah pembangunan gedung bank sampah dan kelengkapannya ,KSM sebagai pelaksana hanya sebatas pelengkap , papan nama namun pelaksanaan hanya terlibat 10 hari kerja saja.
Anggaran APBD tahun 2019 senilai Rp 196.810.000 (Seratus sembilan puluh enam juta , delapan ratus sepuluh ribu rupiah) di Dusun Sidoluwih Desa Mojowarno Kecamatan Mojowarno harusnya Berbasis masyarakat karena kegiatan ini merupakan salah satu program penyelenggaraan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan dengan metode pendekatan pemberdayaan masyarakat ,
Seharusnya yang diutamakan adalah keberpihakan pada masyarakat setempat baik yang berpenghasilan rendah maupun tinggi, mulai dalam proses , maupun pemanfaatan hasil, ditujukan kepada masyarakat yang ada  dipermukiman bukan lantas dikerjakan oleh rekanan , yang lebih parahnya lagi KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) hanya dijadikan tumbal saja.
Menurut Ketua KSM Desa Mojowarno Ali saat dikonfirmasi (15/11/2019) menjelaskan,” Saya terlibat langsung hanya sepuluh hari terakhir dan itupun saya hanya dikasih gambar tanpa dikasih tahu RAB (Rencana Anggaran Biaya) jadi saya sebagai KSM diperlukan seperti pekerjaan tukang saja ,” Anggaran sepenuhnya dibawa oleh Ketua Bank sampah,”
Masih dari KSM sementara Ketua Bank sampah Desi Wulandari saat dihubungi telepon selulernya berdering namun tidak diangkat dan tidak ada kejelasan , tadi pamit saya refreshing ke Lamongan,” tambah Ali pada Wartawan
Menurut tokoh masyarakat Mojowarno Harusnya KSM mendapatkan Otonomi dan Desentralisasi, Masyarakat memperoleh kepercayaan dan kesempatan yang luas dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pemanfaatan, dan pengelolaan prasarana dan sarana .
Dari kejadian ini dimana masyarakat harusnya dilibatkan langsung secara aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pemanfaatan, karena masyarakat menjadi faktor pendorong utama keberhasilan kegiatan, dan pemeliharaan prasarana dan sarana setelah terbangun.(Tim/Jit)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan