Warga Desa Sumberkolak Ancam Lapor Presiden Republik Indonesia.

  • Whatsapp

Situbondo TKTNEWS.net – Bustiyono alias Yon Warga Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Ancam Laporkan penyerobot atau penggarap tanah sawah milik orang tuanya yang masih sengketa ke Presiden Republik Indonesia, Minggu (17/11/2019) sore. Setelah sebelumnya sudah diadukan ke Mapolres Situbondo.

Pasalnya, tanah tegal (sawah) petok No 1283, persil No 96, klas SI, luas 0,215 Ha yang terletak di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan tersebut masih dalam sengketa dalam perkara No 08/Pdt.G/1995/PN.STB., Jo.No.673/PDT/2003/PT.SBY., Jis.No.64 K/PDT/2005, pada hari Kamis tanggal 04 April 2019 telah didatangi dua orang pegawai pengadilan negeri Situbondo untuk melakukan pengangkatan sita jaminan yang diletakkan oleh panitera tertanggal 12 Juni 1995, sebagaimana tercatat dalam berita acara penyitaan No. 08/Pdt.G/1995/PN.STB.

Berdasarkan surat penetapan ketua pengadilan negeri Situbondo tersebut dan ketua Majelis Hakim Situbondo No.16/Pdt.G/1995/PN.STB dengan dibantu aparat keamanan. Selanjutnya setelah pengangkatan sita jaminan dilaksanakan terhadap tanah sengketa dalam perkara dimaksud oleh pegawai pengadilan negeri Situbondo yang disaksikan saksi-saksi terkait serta ditandatangani oleh Kepala Desa Sumberkolak. 

Kemudian tanah sawah tersebut diserahkan kembali kepada para tergugat dan atau para ahli waris yang berhak dengan ditandatangani dalam berita acara pengangkatan ” SITA JAMINAN “.

” Kami sudah mengadukan perkara dimaksud ke Mapolres Situbondo beberapa bulan lalu. Namun hingga saat ini masih belum ada tindak lanjutnya, “ujar Bustiyono saat ditemui Wartawan TKTNEWS.net.

Menurutnya, kami akan terus memperjuangkan hak tanah tersebut dengan meminta bantuan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Pemberantasan Korupsi (LPK) Situbondo. Untuk mendampingi kasus sengketa lahan pertanian tersebut di Mapolres Situbondo. Juga kami akan melaporkan ke Presiden Republik Indonesia apabila tetap tidak bisa tertangani dengan penegak hukum di Situbondo.

” Terpaksa kami akan melaporkan ke Presiden Republik Indonesia. Apabila masalah sengketa tanah yang sudah belasan tahun tidak ada kejelasan dan kepastian hukum dalam perkara ini, “tegasnya.

Bustiyono menjelaskan, bahwa pada hari Jum’at lalu tanah sawah milik mendiyang almarhum bapak kandungnya bernama Tahon, telah dibajak oleh orang lain untuk ditanami padi. Padahal status tanah tersebut masih dalam sengketa dan dalam penyitaan pengadilan negeri Situbondo. Kami juga merasa heran saat menyaksikan aksi melawan hukum dengan penyerobotan tanah sawah tersebut.

” Saya melihat sendiri ke lokasi dengan didampingi Hariyono, Dedi dan Ravi dari anggota LSM LPK Situbondo. Bahwa tanah sawah milik orang tua saya diserobot orang, “jelasnya.

Ditambahkan dia, Dan pada bulan Agustus Tahun 2019 dilokasi tanah / lahan tersebut sudah dipasang Papan Banner oleh petugas juru sita sengketa lahan, pungkas Bustiyono.

Sementara itu, Ravi anggota LSM LPK Situbondo mengatakan, dalam kasus ini banyak sekali kejanggalan dalam sertifikat tersebut diantarannya Petok Persil 96 berubah menjadi Petok 58 yang berdusunkan di Maklum dan sertifikat itu muncul dari Petok 58 atas nama Buk Hadatiya. Kami menduga sertifikat tersebut salah Obyek.

” Menurut investigasi dari tim LSM LPK Situbondo ada kejanggalan. Dan ada indikasi pemalsuan data atas proses penerbitan sertifikat atas nama Suningwar dengan nomor sertifikat 12.08.06.02.1.01937 yang dikeluarkan oleh Kantor BPN Situbondo, “tukasnya. 

Lebih lanjut Ravi mengungkapkan, selanjutnya dari pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Situbondo menyatakan siap apabila nanti untuk dimintai keterangan terkait Saksi Ahli nantinya. 

” Seperti yang dikatakan Rahmat Hartadi Ketua LSM Perjuangan Rakyat saat mendampingi pada pengaduan sengketa tanah tersebut ke Mapolres Situbondo beberapa bulan lalu, “bebernya. (imam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan