Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo memperingati Hari Antikorupsi dengan membagikan stiker kepada pengguna jalan.

  • Whatsapp

Ponorogo TKTNEWS.net Dalam rangka memperingati hari korupsi kejaksaan negeri Ponorogo bagi stiker di jalan jalan dan
Selain itu, para jaksa masuk sekolah-sekolah memberikan pendidikan antikorupsi kepada para siswa.

Kepala Kejari Ponorogo Indah Laila mengatakan peringatan Hari Antikorupsi ini untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan korupsi.

“Korupsi bukan hanya soal suap-menyuap, banyak hal konotasi korupsi,” tutur Kajari kepada wartawan saat ditemui di Jalan MT Haryono, Senin (9/12/2019).Indah menambahkan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi antikorupsi kepada masyarakat.

“Sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, kami bagi-bagi stiker,” terangnya.

Sejak 3 bulan lalu, lanjut Indah, Kejari Ponorogo menangani tiga kasus korupsi. Dua di antaranya sudah dieksekusi, yakni kasus kades yang mengkorupsi Dana Desa dan kasus pengadaan tenaga kontrak di Dinas Perhubungan.

“Kasus tersebut menjadi contoh agar yang lain tidak melakukan korupsi. Korupsi ini kan merugikan masyarakat,” katanya.

Kemudian, terkait Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), yang kini dibubarkan, menurut Indah, Kejari akan melaksanakan tugasnya sesuai dengan tupoksi, salah satunya dengan mengawal pembangunan dengan pencegahan korupsi.

“Kami secara umum, kejaksaan punya peran pengawalan pembangunan dan pendampingan untuk mencegah korupsi,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Ponorogo Farhan Junaidi mengatakan ada tunggakan lima kasus hukum kasasi dan empat perkara upaya banding.

“Kami terus bersurat kepada Pengadilan Negeri Ponorogo untuk meminta relaas putusan kasasi kepada lima terdakwa,” papar Farhan.

Farhan memerinci kelima kasus tersebut dari penangkapan Saber Pungli Polres Ponorogo atas nama terdakwa Eko Setiadi. Kemudian terdakwa Edi Purwanto dan Edi Cahyono kasus koperasi bank pasar. Korupsi di RSUD, Yuni Suryadi. Korupsi Dana Desa Haryono Eko Putro dan Wanda Kristina soal benih kedelai.

“Target secepatnya ketika sudah putusan kasasi dan relaas-nya kami terima melalui Pengadilan Negeri Ponorogo akan kami eksekusi,” pungkasnya. (Dj)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan