Suami Aniaya Istri, Gara Gara Uang 20 Ribu

  • Whatsapp

Lamongan TKTNEWS.net Seorang suami di Lamongan tega menganiaya istrinya hanya karena soal uang Rp 20 ribu dan akibatnya, kini sang suami harus berurusan dengan polisi.

Seperti informasi yang dihimpun, TKTNEWS.net suami yang tega menganiaya istrinya bernama Sodikin (29), warga Desa Plumpang, Kecamatan Sukodadi kabupaten Lamongan Sodikin dilaporkan polisi telah menganiaya SF (29) hanya karena uang Rp 20 ribu yang dipakai istrinya untuk membayar cicilan almari.

“Awalnya itu korban sedang berada di rumah sendirian dan tiba-tiba ada seseorang datang ke rumah menagih uang cicilan almari. Karena korban tidak mempunyai uang sama sekali, akhirnya korban berinisiatif mengambil uang milik suami yang ada di dalam almari kamar untuk dibayarkan ke penagih,” kata kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Aiptu Sunaryo menirukan pengakuan korban pada wartawan di Mapolres Lamongan, Jumat (3/1/2020).

Di hadapan penyidik, lanjut Sunaryo, korban mengaku mengambil uang itu bukan bermaksud untuk mencuri, tapi untuk membayar cicilan almari yang menjadi tanggungan keluarga. Setelah penagih pergi, tersangka datang dan langsung menuju kamar. Ia memeriksa uangnya yang telah berkurang Rp 20 ribu.

“Tersangka kemudian menanyakan kemana uang Rp 20 ribu dan korban berterus terang kalau uang tersebut diambil untuk membayar cicilan kredit almari,” jelasnya.

Mendengar Jawaban jujur sang istri Sodikin bukannya ikhlas tapi malah naik pitam dan marah-marah tersangka langsung mengambil sandal dan memukulkan ke korban dengan sasaran telinga bagian kiri dan lengan kiri korban mengalami empat kali pukulan dari suaminya.

“Akibat pukulan keras itu korban mengalami bengkak dan memar pada telinga dan lengan sehingga korban semakin ketakutan dan spontan berteriak meminta tolong ke tetangga sekitar”paparnya

Korban yang kesakitan itu pun melarikan diri ke tetangga untuk meminta pertolongan korban kemudian melaporkan penganiayaan yang di alaminya itu ke polres Lamongan.

“Berbekal laporan korban dan dua alat bukti serta hasil visum petugas langsung mengamankan pelaku. tanpa bisa mengelak apa yang telah diperbuat dengan istrinya”lanjutnya

Kini pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan petugas kepolisian atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga”tersangka akan terjerat dengan pasal 44 ayat(1)atau ayat (4)UU RI NOMOR 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam lingkup rumah tangga.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan