BPBD BENTUK DESA TANGGUH BENCANA DI KARANGLO MOJOWARNO

  • Whatsapp

Jombang TKTNEWS.net – Mojowarno, Bertempat di Balai Desa Karanglo Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang, pada hari Kamis tanggal 30 Januari 2020 pukul 19.20 wib Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur berkerjasama BPBD Kabupaten Jombang menggelar Pembentukan Desa Tangguh Bencana tahun 2020. Kegiatan digelar mulai 30 Januari hingga 5 Pebruari 2020.

Kegiatan tersebut dihadiri Kasi PL BPBD Provinsi Jawa Timur Tiffany Rita Bawole.SE. MM, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang Drs. Abdul Wahab, Batituud Koramil 0814/15 Mojowarno Pelda Edi Purwanto, Kasi Trantib Kecamatan Mojowarno Sdr. Puguh Cahyono Adi .SE, Kepala Desa Karanglo H. Habib Ghofir, Babinsa Desa Karanglo Koptu M.Mujahidin Babinkamtibmas Desa Karanglo Aiptu Agung,Staf dan Perangkat Desa Karanglo, serta peserta terdiri Banser bagana dan IPNU Desa Karanglo, Remaja karang taruna Desa Karanglo yang berjumlah kurang lebih 30 orang.

SAMBUTAN STAF PK BPBD PROV JAWA TIMUR TIFFANY RITA BAWOLE.SE. MM
Pada sambutan Staf PK BPBD Provinsi Jawa timur Tiffany Rita Bawole.SE. MM intinya Desa karanglo akan menjadi percontohan desa tangguh bencana dari Kabupaten Jombang, maka pembentukan ini perlu sinkronisasi pemerintah daerah setempat, Intansi Kepolisian (Polsek) dan Intansi Militer (Koramil ) agar terlaksananya program ini. Tujuan memberi kesadaran kepada masyarakat tentang kepedulian kebencanaan. Rencana pelatihan selama 7 hari. Para peserta tanggap bencana Ini merupakan fasilator untuk masyarakat sekitar dalam menghadapai bencana alam.

PELAKSANAAN PELATIHAN DARI MODERATOR BPBD PROVINSI JAWA TIMUR
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang Drs. Abdul Wahab dalam sambutannya mengatakan,”desa tangguh bencana adalah sebuah desa atau kelurahan yang memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan dan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana,”ungkapnya.

Kemampuan ini diwujudkan dalam perencanaan pembangunan yang mengandung upaya-upaya pencegahan, kesiapsiagaan, pengurangan risiko bencana dan peningkatan kapasitas untuk pemulihan pasca bencana, dalam Destana, masyarakat terlibat aktif.

Baik dalam mengkaji, menganalisis, menangani, memantau, mengevaluasi dan mengurangi risiko-risiko bencana yang ada di wilayah mereka. Terutama dengan memanfaatkan sumber daya lokal demi menjamin keberkelanjutan. Para peserta menerima materi Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang penanggulangan Bencana, Peraturan Kepala BNPB No. 1/2012 tentang pedoman desa tangguh bencana dan simulasi, serta diadakan koordinasi dengan Intansi Pemerintah Setempat, Polsek dan Koramil setempat.(Sigit)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan