TAKUT DIAUDIT DANA DESA, KEPALA DESA BAKAR KANTOR DESA.

  • Whatsapp

TASIKMALAYA-TKTNEWS.net Kantor Desa Neglasari Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya diduga dibakar oleh orang yang tidak dikenal pada Sabtu 18 Januari 2020 sekitar pukul 02.30 dini hari bulan yang lalu.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Doni Eka Putra mengatakan, hasil penyelidikan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri diketahui pelaku pembakaran ternyata kades Neglasari sendiri Wowon Gunawan, yang dibantu kakak kandungnya, Budiman.

“Kedua tersangka sekarang ditahan di Mapolres Tasikmalaya dan mereka terbukti membakar menggunakan salah satu jenis BBM. Mereka dikenakan Pasal 187 KUHP dengan ancaman paling lama 12 tahun penjara,” ujarnya, Selasa (18/2/2020).

Doni menjelaskan, tersangka diduga berupaya menghilangkan barang bukti berupa berkas Dana Desa di kantor desanya.

“Ide pembakaran kantor desa berawal dari sang Kepala Desa yang terus mengeluh kepada kakaknya kandungnya Budiman (53) karena takut diperiksa tim audit terkait penggunaan Dana Desa ,selama dirinya ” menjabat ujarnya.

Ketua Forum Masyarakat Neglasari Sani Junan Hudaya mengatakan, insiden terjadinya pembakaran itu setelah sekelompok masyarakat menggelar aksi demo beberapa kali yang menanyakan transparansi penggunaan dana desa oleh Wowon Gunawan.

Dalam aksi demo masyarakat Neglasari meminta transparansi penggunaan Dana Desa selama kepala desa Wowon Gunawan menjabat mulai tahun 2015 hingga 2019, karena banyak pembangunan yang dinilai tidak jelas,” ujar Sani.

Camat Jatiwaras Tasikmalaya Mawardi mengatakan, Pusat Laboratorium Forensik ( Puslabfor) Mabes Polri dilibatkan untuk menyelidiki kasus ini. Sebelum kantor desa terbakar telah terjadi dua kali unjukrasa yang dilakukan warga setempat.

Dalam aksinya, mereka menuntut transparansi anggaran desa yang digunakan oleh kepala desa selama menjabat sejak tahun 2016.

“Sebelum kejadian kantor desa terbakar ini, ada dua aksi demo besar-besaran oleh warga setempat ke kantor desa tanggal 6 Januari dan Rabu 8 Januari lalu. Tapi demonya kondusif, aman, mereka menuntut transparansi anggaran desa selama ini,” tutur Mawardi.

Akibat kebakaran tersebut, seluruh dokumen kependudukan dan pemerintahan desa ludes terbakar (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan