Pengadilan Agama Jombang Laksanakan Sidang Keliling

  • Whatsapp

Jombang TKTNEWS.net. – Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat miskin dalam memperoleh akta perkawinan, buku nikah, dan akta kelahiran, Pengadilan agama jombang melakukan sidang keliling ke beberapa tempat di Jombang diantaranya Kecamatan Ngoro

Sidang keliling di Kecamatan Ngoro ini pada dasarnya untuk melayani setiap orang guna mendapatkan pengakuan hukum tanpa diskriminasi termasuk hak membentuk keluarga dan keturunan melalui perkawinan yang sah dan hak anak atas identitas diri yang dituangkan dalam akta kelahiran.

Dalam sidang kali ini (21/02/20) hakim dibantu oleh 1 (satu) orang panitera pengganti, 1 (satu) orang jurusita/jurusita pengganti, dan 1 (satu) orang petugas administrasi.

Menurut Camat Ngoro Ida khumaida menyambut ucapan selamat datang pada Pejabat dari Pengadilan agama jombang dan Fihak fihak yang berkepentingan semoga semua urusan dilancarkan dan masyarakat bisa menyambut dengan baik,” Ungkapnya.

Saat di wawancarai salah satu pemanfaat sebut saja Sutrisno (51 tahun) dari wonosalam mengatakan,” Adanya sidang keliling ini membuat kami selaku masyarakat pinggiran senang karena tidak banyak mengeluarkan uang untuk perjalanan ke pengadilan agama jombang, lumayan bisa buat beli makanan ,” Ucap polosnya diruang tunggu pendopo Kecamatan ngoro.

Drs, Amannuddin.SH Menjelaskan,” jadi sidang keliling ini berdasarkan dari peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 tahun 2015 tujuan utamanya adalah untuk menjabarkan misi dan visi dari pada Mahkamah Agung memberikan pelayanan yang berkeadilan bagi masyarakat pencari keadilan dan di sidang keliling itu sidang khusus di luar sidang pengadilan dengan tujuan utama agar masyarakat yang jauh dari pengadilan akan merasa diberi keadilan.

Hadirnya sidang keliling ini biaya lebih murah lebih cepat dan sederhana karena kalau harus ke pengadilan tentu akan membutuhkan biaya ke sana jadi untuk memberikan tujuan pelayanan yang prima cepat sederhana.

Sesuai dengan program yang kami terima ini bisa terjadi 6 kali persidangan dibagi 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Ngoro dan Kecamatan Kudu dengan agenda minimal lima puluh tiga perkara minimalnya, tentu lebih banyak lebih bagus,” Tandasnya. (Jit)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan