PEMUDA ASAL JOMBANG DITANGKAP KARENA TOLAK NIKAHI GADIS 16 TAHUN YANG DISETUBUHI

  • Whatsapp

Jombang ,TKTNews .net- Abdul Latif (25) warga Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang di jebloskan di sel tahanan mapolres Jombang lantaran menolak atas di minta bertanggungjawab setelah menyetubuhi kekasihnya yang masih berusia 16 tahun.

Kasus ini berawal orang tua korban melaporkan teraangka Ahmad Abdul Latif karena menolak menikahi putrinya yang sudah pernah disetubuhinya orang tua korban naik pitam dan melapokan tersangka ke polres Jombang

Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan mengatakan, Latif mengenal korban di tempat kerjanya. Mereka sama-sama bekerja di salah satu warung bakso di wilayah Jogoroto, Jombang

Karena saling menyukai, hubungan Latif dengan gadis asal Kecamatan Mojowarno, Jombang ini berlanjut menjadi sepasang kekasih. Akhirnya terjadilah hubungan yang tak selayaknya dilakukan yakni menyetubuhinya tanpa memperdulikan korban masih di bawah umur.

“Peristiwa ini terjadi pada 4 nopember 2019 yang lalu di sebuah penginapan Desa Tunggorono, Korban dirayu dan dijanjikan akan dinikahi,” kata Boby Sabtu (29/2/2020).

Ditambahkan oleh Boby hubungan asmara mereka berdua akhirnya sampai ke telinga ayah korban. Gadis putus sekolah itu akhirnya mengaku pernah disetubuhi Latif kemudian ayah korban mendesak untuk segera menikahi anaknya.Namun pemuda usia 25 tahun itu menolak untuk menikahi anaknya, sontak orang tua korban marah dan melaporkan Abdul latif ke Polres Jombàng.

“Karena tersangka menolak menikahi putrinya, akhirnya orang tua korban melapor ke kami Polres Jombang ,” terang Boby.

Laporan fiterima Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang dan langsung dilakukan proses penyelidikan untuk mengumpulkan barang bukti.
Polisi akhirnya menetapkan Latif sebagai tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur.

Selain mengamankan tersangka polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa pakaian korban, pakaian tersangka serta ponsel.

Tersangka dijerat dengan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. “dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkas Boby. (Red )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan