Menag Buka Silatnas Mahasiswa Ahli Thariqah

  • Whatsapp

Makasar TKTNews net Silatnas ini mengusung tema ‘MATAN Berdaya, Indonesia Maju’. Hadir, Pimpinan Pusat Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah Habib Luthfi bin Yahya, Pimpinan Khalwatiyah Syaikh Yusuf al-Makassary Al-Habib Syaikh Sayyid Abd Rahim Assegaf Puang Makka, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Anwar Abubakar, Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah dan seribuan peserta.

Menag Fachrul Razi mengatakan, Asrama Haji Sudiang Makasar menjadi saksi sejarah, mahasiswa dari seluruh Indonesia saling berbagi ilmu pengetahuan, mendiskusikan makna hidup dan kehidupan sekaligus memaknai perjuangan dalam wadah MATAN.

“Indonesia dengan mayoritas beragama Islam, salah satunya berkat perjuangan para mutashowwifin, para sufi yang membawa Islam dalam corak damai, lentur dan indah sesuai dengan karakter masyarakat nusantara.

Tentu dengan tidak mengesampingkan pembawa Islam lainnya di bumi nusantara,” kata Menag, di Makassar, Senin (02/03). empat hari yang lalu

Sejarah telah mencatat peran dan kontribusi para sufi yang ditandai dengan perjuangan Walisongo di Jawa dan para wali lain yang tersebar di belahan Indonesia. Ini prestasi religius yang sulit dicarikan bandingannya, sehingga mampu mengubah wajah nusantara dengan nilai-nilai dan budaya Islam.

Melalui forum ini, Menag sampaikan terima kasih kepada para penggerak thariqah di Indonesia, khususnya Maulana Habib Luthfi bin Yahya. MATAN sebagai anak kandung JATMAN adalah bentuk kelembagaan efektif untuk menyebarluaskan Islamnya orang Indonesia yaitu Islam yang bercorak sufisfik.

Hal ini menjadi sangat penting agar generasi muda saat ini, utamanya kelompok millenial tidak terputus rantai atau sanad keagamaannnya.

Sanad keislaman orang Indonesia sangat jelas, yaitu para ulama dan mutashowwifin hingga kepada Nabi Muhammad SAW.

“Silaturrahim Nasional MATAN kali ini, bagi saya, sangat tepat dan strategis di saat bangsa ini menghadapi masalah sosial keagamaan. Di antaranya, munculnya kontestasi paham dan gerakan keagamaan yang cenderung intoleran dan radikal,” tutur Menag.

“Saya yakin dan percaya apa yang saat ini dilakukan Anda semua melalui MATAN adalah ikhtiar menyebarkan paham keagamaan yang rahmatan lil alamin. Islam harus disebarkan dengan cara-cara damai, terbuka dan toleran, bukan dengan cara-cara kekerasan.

Kita semua narus menebarkan Islam dengan cara merangkul bukan memukul dan menyayangi bukan menyaingi,” tandas.(Imam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan