Muspika Mojowarno,” Nekad Mudik Harus Mau Dikarantina 14 Hari Di Posko Desa

  • Whatsapp

Jombang TKTNews .net – Persiapan Posko Covid 19 yang ada di Desa Desa Se Kecamatan Mojowarno, untuk karantina atau isolasi para pemudik, sesuai intruksi Gubernur Jatim , Bagi para pemudik yang baru datang dari daerah lain terutama zona merah harus dikarantina selama 14 hari.

Muspika Mojowarno melakukan rapat koordinasi tentang pendirian Posko Covid 19, yang awalnya didirikan di tiap Kantor Desa sekarang dialihkan ke Gedung Sekolah Dasar, , hadir dalam rapat camat Mojowarno Arif Hidayat, Kapolsek AKP Yogas SH, Danramil Yang diwakili Pelda Edy Purwanto, Korwil Dinas Pendidikan Mojowarno Sucipto, Kepala Puskesmas dr Ainun Zubaidah, Kepala UPT Puskesmas Japanan Drg, Arianyani ratnaningtyas, dan Kades se Kecamatan Mojowarno Selasa (07/04/20)

Rapat dipimpin langsung oleh Camat Mojowarno dalam sambutannya menyampaikan kepada semua Kades yang hadir, ” Mari bersama sama melakukan pencegahan penyebaran virus corona, jadi saya minta kepada Kades kerjasamanya bersama Dinas Pendidikan dalam mendirikan ruang karantina atau isolasi bagi pemudik,” ungkap Camat

Kepala Puskesmas Mojowarno dalam penjelasannya menyampaikan ,” Masalah tehnis apa yang harus dikerjakan saat di Posko Covid 19 ketika ada pasein yang dikarantina, karena tenaga kesehatan tidak selalu menetap di posko, Nakes banyak sekali yang harus dilakukan ,”

Diantaranya, tenaga kesehatan (nakes) harus meninjau masyarakat OPM dan OPD yang melakukan isolasi mandiri dirumah, Nakes juga harus memberantas nyamuk, Nakes harus memantau DBD, maka dari itu saya minta kepada seluruh Kades untuk bersama sama belajar dalam penanganan posko karantina Covid 19, sambil menunggu SOP dari pusat ,” Kilas dr, Ainun

Diakhir rakor Kapolsek Mojowarno Akp.Yogas menghimbau kepada seluruh Kades, untuk mensosialisasikan kepada warganya agar jangan mudik dulu ini semua demi kebaikan bersama, karena pemudik yang baru datang dari daerah harus dikarantina terlebih dahulu selama 14 hari,”

Ditambahkan Kapolsek ,” Apabila ada masyarakat penderita Covid 19, meninggal dunia kades harus berkoordinasi baik dengan fihak Kecamatan, agar tidak terjadi kesalah pahaman saat pemakaman seperti halnya yang terjadi pada jenasah warga Desa Mojowangi kemarin,” Jelas AKP Yogas SH.(Jit)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan