Gejolak Seputar Program Sembako Dilakukan Agen Dan Kades Kecamatan Ngoro

  • Whatsapp

Jombang TKTNews net sejumlah Kepala Desa dan agen di Kecamatan Ngoro ajak evaluasi terkait teknis penyaluran bantuan Sembako karena harga suplayer yang berbeda jauh dengan harga dipasaran, serta dinilai tidak ada keperpihakan pemberdayaan pada para agen untuk komoditi tambahan ( buah buahan).

Hal tersebut berlangsung di pendopo kecamatan Ngoro dipandu Camat diwakil Sekertaris camat Ngoro Donny Ardiansyah dan dihadiri , Bank BNI Koordinator wilayah Ngoro Asmu,i , Satgas deteksi Supriyana, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Syamsuddin, pendamping Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan sejumlah Kepala Desa dan agen di Kecamatan Ngoro. Selasa (22/04/20).

Dari pertemuan ini Harapan dari salah satu kepala Desa yang mewakili yang pada kesempatan tersebut, ingin supaya bisa memberdayakan masyarakat, agar para agen di desa diberikan peranan dalam situasi seperti ini (merebaknya covid19)

Kepala Desa Banyuarang Ansori Wijaya menyampaikan,” Ibarat sungai yang dilewati aliran air mesti basah, tapi kalau sampai mengendap (ngendon Jawa red), ini akibatnya pasti gejolak , disebabkan Kepala Desa dan agen hanya menjadi penonton kadang kepala Desa tanpa dikasih tahu, sementara disisi lain warga mengira karena dalam pembagian data yang dipakai itu itu saja dipikir Kepala Desa pilih kasih,

Ditambahkan dari Kepala Desa Ngoro Edi apakah untuk jenis komoditi tidak bisa kita membeli dari daerah lokal, sehingga petani dan peternak lokal juga merasakan dari program tersebut, yang penting bisa dipertanggungjawabkan,” Ulasnya.

Asmu,i selaku korwil saat dikonfirmasi mengatakan,” Acara evaluasi ini dilakukan setiap bulan, untuk harga beras kita sudah kontrak dengan Bulog, saya lebih setuju kalau bisa nyari beras sendiri untuk perbedaan harga itu ada di tekhis pengemasan,” Ungkapnya pada wartawan.

Sementara Supriyana Satgas deteksi dari polres Jombang menegaskan,” Kami selaku petugas dari Kepolisian tidak ikut mewarnai forum koordinasi dan penyampaian aspirasi saat ini namun tugas kita memantau program dari pemerintah pusat tersebut, dalam pelaksanaan jangan sampai ada penyelewengan ,” Pesanya.

Menurut Sekcam Ngoro,” silahkan pada semua Kepala Desa dan agen untuk memberikan masukan, dari evaluasi kali ini semua akan kita sampaikan pada Tikor Kabupaten, Namun yang perlu diperhatikan dalam pembagian nanti agar tidak datang bersamaan terkait dengan maraknya covid19, jadwal pembagian harus tertata untuk menghindari kerumunan banyak orang,”

Masih dari Sekcam,” Dari pertemuan kali ini akan di buatkan berita acara untuk disampaikan ke tikor kabupaten,” Pungkas Donny Ardiansyah. (Jit)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan