AMBROLNYA JEMBATAN DESA TALANG BELUM ADA YANG BERTANGGUNG JAWAB

  • Whatsapp

BELUM ADA YANG BERTANGGUNG JAWAB

Tulungagung TKTNews net -Sudah ada dua tahun ambruknya pembangunan jembatan desa Talang kecamatan . Sendang Kabupaten Tulungagung, belum di ketahui penyebabnya dengan jelas, bahkan fihak Aparat penegak Hukum (APH) belum mengetahui hal itu.

Menurut keterangan kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung Anshari mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait permasalahan ambruknya jembatan didesa Talang, kecamatan Sendang.
Yang kami dengar sudah dilakukan pemeriksaan oleh pihak insfektorat Tulungagung, di tunggu saja hasilnya,” tegasnya.

Satin, warga desa setempat mengaku memang benar bahwa tahun 2017 dan 2018 di bangun jembatan ke lahan pertanian warga namun pembangunan belum selesai jembatan sudah ambrol.
Memang benar tahun 2017/2018 telah dibangun jembatan penyebrangan kesawah warga namun pembangunan belum selesai sudah ambrol,” ujar Satin, (04/05/2020).

Kondisi jembatan desa talang
Sementara kepala insfektorat Tulungagung Samrotul Fuad enggan memberkan keterangan berkaitan dengan ambruknya jembatan desa Talang. Menurutnya pemeriksaan sudah selasai dan sudah laporkan ke bupati.Maaf, saya tidak ada kwajiban untuk memberikan keterangan kepada anda, yang pasti pemeriksaan sudah selasai dan sudah kami laporkan kepada bupati,” ujarnya.

Diketahui menurut warga desa setempat, kegiatan pembangungan jembatan tersebut menyerap anggaran Dana Desa sekitar 720 juta rupiah, tahap satu tahun 2017 menyerap anggaran sebesar 500 juta rupiah, dan tahap kedua tahun 2018 sebesar 220 juta rupiah.
Semua anggaran terserap namun pekerjaan belum 100 % sudah terjadi ambruk,” ungkapnya.

Ambruknya jembatan tersebut lanjut wargga tidak diketahui penyebabnya apa, ada yang bilang karena kwalitas pekerjaan yang kurang bagus, ada pula yang mengatakan karena hujan sehingga tiang pondasi tidak mampu menahan beban sehingga terjadi ambruk.

Kepala Desa Talang Asmungi mengakui bahwa jembatan tersebut di bangun tahun 2017 dan 2018 dengan menggunakan Dana Desa dan terjadi ambruk.Dirinya akan tetap bertanggung jawab terkait ambrolnya jembatan tersebut.Walau tahun depan tidak dianggarkan lagi, saya siap untuk membangunnya sendiri,” ujarnya.

Sementara bupati Tulungagung Maryoto Birowo menegaskan, bahwa yang bersangkutan harus mengembalikan anggaran yang terserap, ” Jadi yang bersangkutan harus mengembalikan dulu berapa anggaran yang terserap dalam pembangunan jembatan yang ambruk tersebut, baru selanjutnya dibangun kembali,” jelanya. (sis)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan