PENETAPAN ANGGOTA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) BILIS-BILIS KECAMATAN ARJASA DINILAI MENYALAHI ATURAN

  • Whatsapp

Sumenep,TKTNews.net- Pemilihan Anggota Badan permusyawaratan Desa (BPD) Bilis-Bilis, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep dipersoalkan.

Aliansi masyarakat Dan Pemuda Bilis-Bilis (AMPB) yang di ketuai Oleh Dr.Ahmad Hosaini mendatangi Kantor kecamatan Arjasa dengan tujuan menyerahkan surat tembusan yang dilayangkan kepada Kepala Desa Bilis-Bilis terkait dengan pengisian keanggotaan Badan permusyawaratan Desa (BPD) Bilis-Bilis yang dinilai tidak transparan serta melanggar Aturan Perbub no.7 tahun 2020.

Tidak hanya itu, Dr. Ahmad Hosaini juga menduga Adanya permainan dari pihak Kecamatan Dan Kepala Desa Bilis-Bilis, karena pemilihan Anggota BPD belum ada melalui proses tahapannya.

Kepada pemberita Dr.Ahmad Hosaini menuturkan, “Tidak ada penetapan kepanitiaan padahal kewenangan untuk kepanitiaan itu ditentukan oleh Kepala Desa kenapa Tiba-tiba keanggotan BPD ini sudah ditetapkan, sedangkan kepanitiannya tidak ada Dan kami menduga ada permainan pihak kecamatan dan Kepala Desa Bilis-Bilis,“ ujarnya.

Tujuan kedatangan Aliansi masyarakat dan pemuda Bilis-Bilis (AMPB) juga terkait dengan mekanisme yang dilakukan Oleh pihak Kecamatan Arjasa dalam memverifikasi data yang diberikan oleh Kepala Desa Bilis-Bilis tentang pengisian keanggotaan BPD tersebut serta meminta pihak Kecamatan memperlihatkan bukti verifikasi yang dilakukan oleh pihak Kecamatan Arjasa terkait dengan pengajuan Kepala Desa Bilis-Bilis kepada pihak Kecamatan.

“Verifikasinya ini sesuai dengan fakta di lapangan atau tidak, kami belum tau Dan kami tidak meminta surat verifikasi dari kecamatan itu diserahkan kepada kami cuma kami mau melihat dan minta pihak kecamatan agar bisa memperlihatkan Surat tersebut agar kami tau” lanjut Dr.Ahmad Hosaini kepada reporter TKTNews.net di pendopo kantor Kecamatan Arjasa Senin 11/5/2020.

Selanjutnya respon Aminullah selaku Sekcam Di kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep meminta pihak Aliansi masyarakat Dan pemuda Bilis-Bilis (AMPB) agar bersabar dan meminta sedikit waktu untuk bisa mempertemukan pihak AMPB dengan panitia pemilihan Anggota BPD Bilis-Bilis karena pihak Aliansi masyarakat dan pemuda Bilis-Bilis (AMPB) baru menyerahkan Surat layang tersebut Dan pihak Kecamatan belum membaca isi surat layang tersebut serta pihaknya belum mempelajari isi materi surat tersebut.

“Kami Baru menerima surat ini Dan belum tau bentuk materinya seperti apa dan kami mau mempelajari dulu isi materinya. saya akan penuhi apa yang jadi harapan sampean cuma kasi saya waktu, pada waktunya sampean juga Akan dipanggil akan saya pertemukan dengan panitia Kalau toh memang terjadi keganjilan-keganjilan semacam itu akan dipertemukan, artinya agar pihak desa mengundang sampean, panitia juga di undang dan kami juga diundang”, jelas Sekcam Aminulah.

Pihak kecamatan meminta Pada hari kamis 14/5/2020 agar Pihak Aliansi masyarakat dan pemuda Bilis-Bilis (AMPB) datang kembali ke kantor Kecamatan Arjasa Dan juga berjanji akan menjawab semua persoalan-persolan tersebut dengan jelas.

Adapun pihak Pemerintah Desa menepis dugaan dari pihak Aliansi masyarakat dan pemuda Bilis-Bilis (AMPB) yang kononnya penetapan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bilis-Bilis menyalahi aturan, Sekretaris Desa Bilis-Bilis Moh.Ridwan menjelaskan kepada reporter TKTNews.net senin 11/5/2020 bahwa pegisian keanggotan BPD di laksanakan prosedural dan tidak menyalahi aturan.

“Dalam penetapan BPD ini sesuai aturan dan dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing Dusun Pak, juga panitianya ada Dan Moh.Hosni sebagai ketua panitia Dan yang ditetapkan sebagai ketua BPD Bilis-Bilis Matsaini dari Dusun batu guluk” jelasnya.
(Reporter:Aiman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan