Konferensi Pers Bersama Bupati Terkait Perkembangan covid-19 Di Ponorogo

  • Whatsapp

Ponorogo TKTNews net – Bupati Ponorogo Drs Ipong Muchlissoni telah memimpin langsung konferensi pers yang bertemakan perkembangan covid-19 di Kabupaten Ponorogo.

Acara yang dilaksanakan selasa sore dinihari 19/5/2020 dihadiri oleh pejabat – pejabat kepala dinas yang ada di Ponorogo. Wakil bupati, ketua DPRD, ketua MUI, Anggota DPR RI komisi V, dapil 7 termasuk Ponorogo, kepala kejaksaan negeri, wakapolres, Kepala dinas Kesehatan, Kepala dinas Pendidikan, Kepala dinas Dst

Konferensi pers tidak lain adalah untuk mengupdate perkembangan COVID-19 di Ponorogo, kebijakan kebijakan yang sudah ada dan akan diambil oleh pemerintah Kabupaten Ponorogo.

Dinamika yang cukup pesat baik terkait covid-19 maupun kebijakan Pemerintah Pusat, Provinsi bahkan Kabupaten Ponorogo.

Untuk update per hari ini, jumlah pasien terkonfirmasi positif di wilayah Ponorogo bertambah 1 orang sehingga total berjumlah 18 orang. Pasien tersebut berasal dari klaster temboro.

Seperti yg disampaikan sebelum nya, ada 9 orang dari klaster temboro yang hasil rapid test nya positif atau reaktif. Dari 9 pasien tersebut, 7 orang yang hasil swabnya sudah keluar dan hasil nya positif.
Sedangkan yang 2 pasien, baru 1 yang keluar hasil swabnya hari ini, yaitu positif.

Dari 18 pasien terkonfirmasi positif, ada 1 yang dinyatakan sembuh yaitu pasien dari temboro dengan nomor urut 12. Untuk update sampai saat ini, 8 dinyatakan sembuh, 1 meninggal, dan 9 masih dirawat di rumah sakit. Pasien yang meninggal adalah ibu katinem, pedagang dari Surabaya, tinggal di surabaya, dan sudah 4 hari sakit di surabaya.

Bukannya dirawat di rumah sakit surabaya, ibu katinem memilih pulang ke Ponorogo karena dia asli dari Ponorogo. Gejala yang dialami tidak lain adalag demam dan batuk. Meskipun bu katinem bukan pasien Ponorogo, akan tetapi beliau kejadian meninggalnya di Ponorogo, jadi y harus diakui kalau dia termasuk dalam daftar pasien terkonfirmasi positif di Ponorogo.

Yg terjadi kontak dengan ibu katinem ada 4 orang. Yaitu suami, 2 anaknya dan 1 sopir yang menjemput. Meskipun setelah dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif, Mulai hari ini 4 orang tersebut haris tetap menjalani isolasi.

Senin malam ada konfirmasi, Warga Nambangrejo yang berstatus PDP telah meninggal di usia 73. Sesungguhnya beliau tidak punya riwayat perjalanan luar kota atau kontak langsung dengan pasien positif tapi justru sudah lama memiliki riwayat penyakit paru paru, jauh sebelum adanya pandemi covid-19.

Dokter tetap menetapkan dia sebagi PDP. Dalam hal ini bupati tidak bisa mengintervensi keputusan dokter. Pemakaman warga Nambangrejo pun juga dengan protokol covid-19. Tidak ada penolakan dari warga, namun dengan diterapkan protokol covid-19, maka pemakaman hanya dilakukan oleh petugas kesehatan sehingga tidak ada warga yang boleh membantu proses pemakaman tersebut.

Dari 18 pasien yang terkonfirmasi positif, semua berasal dari luar ponorogo,yaitu dari klaster Sukolilo, temboro dan lain ,lain. Dikatakan klaster lain ini karena terkonfirmasi positif setelah melakukan seminar di jakarta, dia tinggal di sampung,dan mengajar di pondok pesantren Sukorejo. Saat ini pasien tersebut dinyatakan sembuh dan selasai dari isolasi.

Mengingat pasien positif berasal dari luar ponorogo, maka protokol penanganan pemudik diperketat. Utamanya di desa yg terus diawasi oleh satgas desa. Ini upaya untuk melindungi warga agar terhindar dari penularan covid-19.

Menjelang hari raya idul fitri, pemerintah Kabupaten Ponorogo telah menetapkan kebijakan – kebijakan baru. Kebiasaan – kebiasaan masyarakat seperti menerbangkan balon, takbir keliling, kenduri, sejarah atau bersalam – salaman dengan tetangga dilarang. Termasuk membuat dan membunyikan petasan.

Untuk sholat ied, dihimbau agar dilaksanakan dirumah masing-masing. Adapun jika tetap ingin menjalankan di masjid, hanya diperbolehkan warga setempat, itupun yang kondisinya sehat dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Pemudik yang masih dalam masa isolasi selama 14 hari, tidak boleh mengikuti sholat ied di masjid.

Untuk menjawab kekhawatiran Masyarakat Ponorogo tentang apakah warganya yang masih berkeliaran itu sehat apa tidak, maka mulai hari ini dinas kesehatan akan melakukan rapid test massal secara sampling ditempat tempat keramaian.

Kami selaku bupati mewakili seluruh jajaran kepala dinas mengucapkan selamat hari raya idul fitri, minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir batin.(Awr/Sut)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan