469 Calon Jamaah Haji Di Trenggalek Gagal Berangkat, Diharapkan Lapang Dada

  • Whatsapp

Trenggalek TKTNews net – Staf PHU, Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Trenggalek, Dian Muhayat mengharap kepada 469 calon jamaah haji di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur bisa menerima dengan lapang dada karena tidak jadi berangkat untuk menunaikan rukun islam ke 5 guna menunaikan ibadah haji.

Pembatalan ini menurutnya mengaju tentang keputusan Menteri Agama RI Nomor 494 Tahun 2020 yang menyebutkan tentang pembatalan pemberangkatan jamaah hajii pada penyelenggaran ibadah haji Tahun 1441 H atau 2020.

” Surat keputusan tersebut diterima kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, pada hari Selasa Tanggal 2 Juli 2020, dengan maksud belum ada persiapan dari Negara Arab Saudi terkait pelaksanaan ibadah haji tahun ini,” jelas Dian Muhayat, Rabu (3/6/2020).

Dian menyebutkan, saat ini data yang berdasarkan pelunasan yang masuk kuota pada hari terakhir 29 mei 2020 sebanyak 494 calon jamaah haji yang akan diberangkatkan tahun ini. Jumplah itu menurutnya sudah sudah termasuk calhaj dengan cadangan 15 orang. Secara umum persiapan pemberangkatan haji sudah hampir selesai. Secara manasik, calhaj juga sudah mendapatkan imunisasi meningitis dan pasport, namun karena persiapan di Arab Saudi dianggap belum siap, maka pemberangkatan calon jamaah haji terpaksa di batalkan.

” Sebelumnya pemberangkatan sudah siap, hanya menunggu jadwal pemberangkatan saja. Namun terhalang pandemi Covid-19, negara Arab Saudi belum ada kesiapan terpaksa dibatalkan,” terangnya.

Meski demikian, pemberitahun atas penundaan jamaah haji, bagi calon haji, pihak Kemenag Trenggalek nantinya akan mensosialisasikan semuanya yakni dengan cara mengirim surat maupun dengan cara melalui group Whats kepada masing-masing para calon jamaah haji. Sosialisasi dengan cara ini akan dilakukan setelah pihak Kemenag mendapatkan surat resmi dari kanwil.

” Secepatnya akan kita beri surat pemberitahuan ke masing-masing calon jamaah haji nantinya. Saat ini kami masih menunggu surat resmi dari Kanwil,” paparnya.

Lebih lanjut, Dian menambahkan, sebelumnya mekanisme yang sudah di putuskan terkait gagal berangkat muncul 3 opsi, opsi pertama yaitu berangkat penuh, berangkat terbas dan tidak di berangkatkan total, namun selanjutnya hasil dari putusan Kemenag Trenggalek akhirnya di putusan gagal berangkat berangkat total.

” Kami minta dengan lapang dada dan sabar kepada jamaah haji yang gagal berangkat tahun ini, hal ini karena terbentur keadaan, dan pastinya nantinya akan kita berangkatkan tahun depan 2021,” tutupnya.(gun)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan