Tiga Napi Asimilasi Binaan Bapas Madiun Melanggar Hukum Lagi

  • Whatsapp

Madiun TKTNews net . Tiga Napi yang mendapatkan asimilasi dari Lapas Madiun berkaitan dengan mewabahnya virus corona pada April 2020 kemarin kembali ditemukan melanggar hukum lagi dan harus berurusan dengan pihak berwajib.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kepala Bapas Madiun Ardius kepada wartawan media ini pada jum,at hari ini di kantornya.
Dijelaskan oleh Kabapas Madiun Ardius, ketiga napi yang mendapatkan asimilasi tersebut diketahui satu napi dari madiun melakukan tindak pidana di magetan dan 2 napi asal pacitan juga kembali berurusan dengan polisi di pacitan.

Ditambahkan oleh Ardius bahwa Bapas madiun dimasa pandemi covid 19 saat ini tetap melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap para napi yang mendapatkan asimilasi dari Lapas Madiun yang hingga akhir april ini berjumlah 111 orang napi. Dimasa mewabahnya covid 19 ini pihaknya melakukan pemantauan dan pembinaan melalui Daring dan bekerjasama dengan beberapa pihak seperti Kepala Desa dan keluarga napi di wilayah hukum yang menjadi wewenang Bapas yakni Madiun kota/kab , Ponorogo , Pacitan , Magetan dan Ngawi.

Selain itu jajaran Bapas juga menerapkan wajib lapor via Daring minimal satu minggu sekali.
Dikatakan lebih lanjut oleh Ardius yang saat ditemui di kantornya sedang mengikuti Telekonference dari Dirjen pemasyarakatan , bahwa pihaknya akan bersikap tegas jika diketahui ada napi yang mendapatkan asimilasi kembali melanggar hukum atau melanggar norma sosial di masyarakat yang berdampak meresahkan masyarakat.

Sementara itu Kabapas madiun Ardius juga mengatakan hingga pertengahan tahun ini Trend atau jumlah perkara hukum yang melibatkan anak anak cenderung meningkat dibandingkan tahun kemarin.

Saat ditanyakan faktor apa yang melatarbelakangi atau yang cenderung menjadi penyebab anak dibawah umur melakukan tindak pidana atau tersangkut perkara hukum , Ardius mengatakan bahwa kebanyakan adalah karena faktor kurangnya pengawasan dari keluarga , seperti anak yang ditinggal orangtuanya karena kerja diluar daerah atau luar negeri sehingga cenderung kurang adanya pengawasan orang tua , brokenhome dan faktor lainnya. ( Jhon ).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan