Sengketa Tanah Tak Kunjung Usai Ny.Erni Kembali Somasi Kades Purworejo

  • Whatsapp

Madiun TKTNews net Polemik sengketa tanah yang sudah berlansung bertahun tahun antara Ny. Erni Biantari Ningsih dan Pemerintah Desa Purworejo , Kecamatan Geger Kabupaten Madiun serta Mat Toekiran hingga saat ini tak kunjung selesai.

Ny. Erni Biantari Ningsih selaku ahli waris dari Almarhum R Isbandji tetap tegas dan kukuh mengklaime sebagai pemilik yang sah dari sebidang tanah yang tercatat dalam Petok C, No.1549 persil 8b Kelas S II dengan luas 1520 M 2 yang terletak di Segaran Ngrobyong , Desa Purworejo , Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun peninggalan dari Almarhum R Isbandji ( Bapaknya ).

Meskipun tanah tesebut saat ini juga di Klaime oleh Mat Toekiran yang merasa telah membelinya pada Tahun 1992 yang lalu melalui Sekretaris Desa Purworejo almarhum Budi Santoso , namun Ny Erni Biantari Ningsih bersikukuh merasa jika pihaknya tidak pernah menjual tanah warisan dari bapaknya ( alm R Isbandji ) tersebut. Menurut Ny. Erni dirinya sekitar tahun 2011 juga pernah menerima surat dari BPN yang menyatakan bahwa foto copy jual beli tahun 1992 Surat aslinya tidak pernah ada di BPN.

Dalam somasi tersebut Ny. Erni juga menyatakan bahwa pada Tahun 2018 dirinya mendapat telepon dari seseorang bahwa tanah Petok C no. 1549 aas nama R Isbandji akan disertifikatkan lagi oleh Mat Toekiran dengan Petok / Letter C no 1391 dan setelah itu dirinya mengirim surat ke BPN untuk memending pengajuan sertifikat itu, dan pada saat itu Kepala Desanya adalah Suprayogi. Ditambahkan oleh Ny. Erni bahwa ibunya yakni Ibu Kusumawardani pada Tanggal 5 Juni 2020 kemarin juga telah membuat surat

pernyataan yang intinya kalau Tidak Pernah menjual tanah Petok/Letter C no 1549 atas nama R Isbandji yang berada di Dukuh Ngrobyong ,Desa Purworejo ,Kecamatan Geger Kabupaten Madiun kepada siapapun. Buntut dari persoalan ini Diduga ada “ permainan “ atau diduga telah terjadi “ Perbuatan Melawan Hukum “ atau PMH terkait proses peralihan atau perubahan riwayat tanah yang dilakukan oleh Kepala Desa Purworejo dan atau Perangkat Desa yakni dengan Mencoret surat Letter C nomor 1549 Persil 8b S II luas 1.520 M2 atas nama R Isbandji yang pindah masuk ke Letter C 1419 atas nama Soendari tanpa dasar pembuktian pemindahan Hak Tanah dengan tanpa penjelasan pemindahan tanggal , bulan dan tahun. Proses pencoretan Letter C tersebut dianggap Cacat Hukum dan Sepihak.

Kepada wartawan Ny. Erni menyatakan telah melayangkan surat somasi Kepada Kepala Desa Purworejo Suprayogi pada 16 Juni 2020 kemarin. Dalam somasinya , Ny. Erni Biantari Ningsih meminta kepada Kades Purworejo untuk mengeluarkan/ menerbitkan Surat Keterangan yang menyatakan tidak sah dan batal Demi Hukum perubahan surat tanah atau Letter C atas nama Isbandji ( alm ) Letter Nomor 1549 ,seluas -+ 1.520 M2 dengan Persil Desa No. 8b kelas S II Tercoret pindah ke Letter C no. 1419 atas nama Soendari. Selanjutnya meminta kepada Kepala Desa Purworejo untuk mengeluarkan/menerbitkan Surat Keterangan yang menyatakan SAH Demi Hukum atas sebidang tanah cakaran Petok C nomor 1549 seluas 1520 M2 dengan Persil no.8b Kelas S II,tercatat atas nama R Isbandji (alm) bapak dari Erni Biantari Ningsih yang terletak di Segaran Grembyong Desa Purworejo RT 02 RW 01 Kecamatan Geger Kabupaten Madiun adalah waris Ny. Erni Biantari Ningsih karena perbuatan yang dilakukan oleh Kepala Desa dalam kapasitas sebagai Kepala Desa saat menjabat saat terjadinya perubahan tersebut terbukti telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum.

Ny. Erni menyatakan bahwa dirinya memiliki bukti bukti Hukum yang Otentik hingga dirinya mengambil langkah Mensomasi Kades Purworejo. Ny. Erni juga mengatakan seperti yang ada di surat somasi yang didapatkan oleh wartawan ini bahwa apabila dalam tujuh hari sejak surat somasi itu disampaikan, Kades Purworejo tidak melaksanakan Somasi tersebut , Ny. Erni akan menempuh jalur Hukum yang berlaku.

Sementara itu Kepala Desa Purworejo, Kecamatan Geger,Kabupaten Madiun , Suprayogi saat dikonfirmasi terkait hal tersebut oleh wartawan ini di kantor Kepala Desa Purworejo pada Rabu,17 Juni 2020 kemarin mengatakan bahwa sebidang tanah yang menjadi sengketa tersebut SPPT dan Peta kerawanan Desa adalah atas nama Mat Toekiran dan menurutnya Mat Toekiran memiliki 2 bidan tanah. Ny. Erni dalam somasi tersebut menurut Kades Suprayogi meminta agar menerbitkan SPPT atas nama sesuai permintaan Ny. Erni di lokasinya Mat Toekiran .

“ mungkin dulu ada kesalahan dalam proses yang sudah lama,sekitar tahun delapan puluhan ,saya kurang tahu “ , Kata Kades Suprayogi. Ditambahkan bahwa penerbitan SPPT itu kapan,dirinya juga mengaku tidak tahu. Terkait kemungkinan ada proses peralihan Hak tanah, pihaknya memiliki dokumen dan data serta bahkan sudah pernah menjadi alat bukti di Pengadilan. “ Letter C adanya seperti itu “ Kata Kades Suprayogi menjawab pertanyaan wartawan ini terkait dokumen atau Letter C. Menurutnya bahwa terkait penerbitan SPPT atas nama Mat Toekiran dulu bagaimana dan proses peralihan Hak tanah dulu seperti apa , itu sudah masuk ranah Hukum. Suprayogi mempersilahkan mau bagaimana, yang jelas menurutnya yang menjadi pegangan dia adalah SPPT, Letter C dan Peta Kerawanan Desa. Terkait peralihan Hak Tanah itu berdasarkan jual beli atau apa , menurut Suprayogi yang tahu adalah Mat Toekiran.

Pihak Mat Toekiran yang pernah dimintai tanggapannya oleh wartawan menyatakan tetap kukuh bahwa dirinya sudah memenangkan perkara sengketa tanah tersebut di Pengadilan dan menganggap bahwa tanah yang menjadi sengketa tersebut adalah tetap miliknya, namun saat ditanyakan yang dimaksudkan oleh Mat Toekiran telah menang di Pengadilan itu obyeknya yang mana , tidak dijawab. Menurut informasi yang diperoleh oleh wartawan ini, diduga obyek tanah yang menjadi sengketa di Pengadilan dulu, obyeknya salah. ( Jhon ).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan