DIDUGA PKH DAN BPNT DESA SABUNTAN KECAMATAN SAPEKEN KARUT-MARUT

  • Whatsapp

Sumenep,TKTNews.net- Polemik masalah dugaan carut marutnya penerima Bantuan PKH dan BPNT yang tidak tepat sasaran, belum lagi dugaan ada permainan masalah penyaluran Sembako Yang menjadi sorotan warga.

Demikian pula yang terjadi di Desa Sabuntan, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur masalah program keluarga harapan (PKH) dan Bantuan pangan non tunai (BPNT) yang sempat menjadi pertanyaan beberapa warga setempat beberapa hari yang lalu, pasalnya ada beberapa orang warga selain dapat bantuan PKH juga dapat BPNT.

“Karmanto kepala dusun Sapangkor Besar, Desa Sabuntan,kecamatan Sapeken membuat kebijakan untuk menghindari adanya tumpang tindih bantuan sosial tersebut dengan cara mengalihkan bantuan pangan non tunai (BPNT) tersebut kepada keluarga yang lain, akan tetapi pengalihannya tidak jelas apakah dialihkan kepada keluarga lain Yang layak menerima ataupun tidak,” kata seorang warga Desa Sabuntan, kecamatan Sapeken berinisial (H I) kepada reporter TKTnews.net/tv Jum’at (26/6/2020).

“Di tempat yang sama kepala dusun Sapangkor Besar Karmanto atau nama panggilan Karmen Mengambil BPNT tersebut dari seorang penerima bantuan sosial atas nama Minati, pasalnya Minati sudah dapat bantuan program keluarga harapan (PKH). Selanjutnya Kepala dusun karmanto atau karmen mengalihkan Bantuan pangan non tunai (BPNT) yang awalnya si penerima atas nama Minati dialihkan kepada keluarga yang layak menerima BPNT Tersebut atas nama Maati tapi dengan syarat Maati harus membayar uang kepada kadus tersebut senilai Rp. 50,000 (Lima puluh ribu rupiah),” tambahnya.

Adapun Maati mebenarkan Hal tersebut, “ya, benar Lima puluh ribu dimintai uang oleh karmen” jelasnya.

Selanjutnya reporter TKTNews.net/tv malakukan klarifikasi kepada Matrasit Kepala Desa Sabuntan, Kecamatan Sapeken.
“Sampean dapat info Dari mana, Saya tidak mendengar Adanya informarsi itu Dan saya pastikan semua itu tidak benar,” jelasnya.
(Reporter:Aiman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan