Dugaan Pemotongan BST Di Desa Torjek Kecamatan Kangayan Tidak Benar.

  • Whatsapp

Sumenep,TKTNews.net- Bantuan sosial tunai (BST)di Desa Torjek,Kecamatan Kangayan,Kabupaten Sumenep yang diduga ada pemotongan dari perangkat Desa, adalah tidak benar. Bahkan kononnya yang meluas muncul Di salah satu media bahwa Polsek Kangayan membenarkan adanya laporan pemotongan BST Desa Torjek tersebut juga tidak benar.

MUKENAP Kepala Desa Torjek, Kecamatan Kangayan,Kabupaten Sumenep ketika ditemui reporter TKTNews.net/tv Senin 29/6/2020, menepis adanya berita yang bahwa perangkat Desanya memotong BST tersebut, bahkan beberapa warga penerima BST tersebut telah menurunkan cap jempol (pengganti tanda tangan) Di dalam surat pernyataan bahwa benar-benar tidak ada pemotongan bantuan sosial tunai tersebut dan siap untuk disumpah sekiranya pernyataannya tidak benar.

“Setelah saya menemui warga Yang menerima bantuan ini Dan saya konfirmasi ternyata berita ini sama sekali tidak benar, bahkan penerima BST mengaku uang bantuan yg diterima tidak kurang sepeserpun dan penerima mengatakan tidak menemukan orang atau oknum Yang memotong uang bantuan itu apalagi sampai ada yg meyegat Dan meminta uang potongan Di tengah hutan, bahkan warga penerima BST siap disumpah apabila pernyataannya tidak benar. Dan mengenai Nama Halilurrahman itu saya tidak kenal tapi setau saya dia pemuda dari dusun KajiSara Dan mengaku mahasiswa,” jelasnya.

Oleh reporter TKTNews.net/tv Ditanya, apa tindakan kades selanjutnya mengenai kejadian ini,
“Saya selaku Kades akan menindak lanjuti melalui Jalur hukum, karena masalah ini menyangkut nama baik saya sebagai Kepala Desa Dan juga nama baik Aparatur Desa yang saya pimpin,” tegasnya.

Selanjutnya Reporter TKTNews.net/tv klarifikasi ke pihak Polsek kangayan, Senin Kabupaten Sumenep hari Senin 29/6/2020 mengenai nama Halilurrahman sebagaimana yang tertulis Di salah satu media online, bahwa mahasiswa tersebut melaporkan adanya pemotongan bantuan sosial tunai (BST) Di Desa torjek, Kecamatan Kangayan.

BRIPKA Agus Sugeng P menegaskan, “tiga pemuda Yang datang ke polsek bukan membuat laporan, melainkan hanya pengaduan bahwa terjadi pomotongan bantuan sosial (BST) Di Desa torjek,” tegasnya.

Marwi salah satu penerima BST dari Dusun pondok kelor, Desa Torjek Kecamatan Kangayan ketika Ditemui di rumahnya, menuturkan bahwa dirinya menerima uang Bantuan sosial tunai tersebut sebesar Rp.1,800,000 (satu juta delapan ratus ribu rupiah) dan tidak ada pihak manapun Yang memotong uang BST tersebut.

Kepala Desa Torjek Mukenap

“Saya menerima uang Rp.1,800,000 Dan tidak ada sesiapapun yang memotong bahkan saya baru pertama kali dapat bantuan uang ini setelah kades baru Mukenap yang menjadi kepala Desa, Dulu sebelumnya saya tidak pernah dapat bantuan,Dan saya bilang kepada pemuda itu kenapa dipermasalahkan setelah saya dapat bantuan uang ini Dan intinya sekarang saya dapat bantuan ini Rp.1,800,000 dan tidak dipotong berapapun Dan saya merasa senang dapat bantuan ini,” ujarnya. (Reporter:Aiman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan