Padahal Negatif Covid, Oknum RS Paru Surabaya Paksa Suparmi Warga Sidoarjo Untuk Di Karantina, Ada Apa??

  • Whatsapp

Sidoarjo TKTNews net – Coronavirus atau virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Banyak orang terinfeksi virus ini, setidaknya satu kali dalam hidupnya.

Indonesia sendiri mengalami adanya kasus covid 19 dari Maret 2020 sampai dengan saat ini, hingga Pemerintah menerapkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 mengatur perihal Karantina Kesehatan. Karantina boleh dilakukan untuk mencegah atau menangkal keluar-masuknya penyakit atau faktor risiko kesehatan yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat.

Secara fakta, bukan hanya Perekonomian rakyat indonesia saja yang amburadul, atau di miskinkan akibatkan diterapkannya UU Nomor 6 Tahun 2018.

Salah satunya kejadian yang di alami masyarakat Sidoarjo, Suparmi telah mengalami sakit Diabetes di rawat di rumah sakit Paru Surabaya setelah sembuh, pulang tidak ada masalah. sesampai di rumah ibu ini juga kembali beraktifitas sebagai buruh nyuci.

Namun setelah beredar Edaran melalui Whatsaap: Ibu ini dinyatakan Positif virus corona, dan rumah ibu Suparmi di datangi kembali oleh petugas puskesmas dan petugas rumah sakit paru surabaya.

Alasan petugas medis tersebut hadir guna untuk melakukan penyemprotan desinfektan di rumah ibu suparmi dan sekitar alhasil rumah di tutup rapat. Ibu Suparmi mendapatkan perlakuan yang menyedihkan bahkan makan mendapat jatah yang di siapkan oleh petugas desa dan dinas sosial.

Yang lebih parah lagi Ibu Suparmi di bujuk oleh petugas rumah sakit untuk mau di bawa kembali ke rumah sakit guna untuk di karantina sementara 14 hari kedepan.

Adanya hal tersebut keluarga Suparmi berkoordinasi dengan DPW LSM Generasi Muda Indonesia Cerdas anti Korupsi (Gmicak) Jatim dan wartawan TKTNews.net , lalu tim mendatangi management Rumah sakit dan membeberkan permasalahan bu Suparmi.

Dan akhirnya di keluarkan nya surat dari Rumah Sakit yang isinya: Surat Keterangan Nomor: 445/1105. 06/2020 yang berbunyi: Yang bertanda tangan di bawah ini Drg Dyah Retno A. Puspitorini M.Si Nik: 19660415 199402 2 001 Pangkat/ Golongan Pembina/ IVA. Jabatan Direktur Rumah Sakit Paru jalan Karang tembok Surabaya.

Menerangkan: Bahwa nama : Suparmi Umur 57 (tahun) Alamat: Perum Griya Permata Hijau Blok H- 24 Candi Sidoarjo Jawa Timur.

Adalah benar benar yang bersangkutan pasien rawat inap kami, tetapi bukan pasien PDP atau terpapar (Covid- 19). Memang dari hasil pemeriksaan Rapid Test yang kami lakukan adalah reaktif akan tetapi setelah di lakukan test swab lanjutan keluar hasil negatif. Demikian surat keterangan ini di buat untuk dipergunakan sebagai mana mestinya.

Supriyanto Alias Cak Pri Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LSM Generasi Muda Indonesia Cerdas anti Korupsi (Gmicak) Jatim mengatakan, kasus seperti ini pasti terjadi di daerah lain dan kami siap kawal karena ini bukti kurang profesionalnya kinerja tenaga medis di Jawa Timur.

“Semoga dengan kejadian ini, Para Petugas Kesehatan lebih waspada dan jeli atau teliti, mengingat Masyarakat sudah sangat-sangat susah jangan dibuat lebih susah dengan di takut-takuti terus menerus” Ucap Cak Pri( Reporter Cdr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan