Sidak Pemeriksaan Hewan Kurban Di Tempat-Tempat Penyedia Hewan Kurban.

  • Whatsapp

Situbondo TKTNews.net – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Situbondo melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pemeriksaan hewan kurban di beberapa kawasan penyedia hewan kurban, Jum’at (24/07/2020) siang.

Hal ini sangat tepat dilakukan oleh petugas DPKH melalui bidang kesehatan hewan dan mavet yang melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.
sebelum Hari Raya Idul Adha, mulai pemeriksaan dari segi fisik hingga kebersihan hewan di tempat – tempat penjualan harus diperiksa.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteiner (Kabid keswan dan mavet) Ir Sulistiyani M Si mengatakan, bahwa pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini sangat perlu dilakukan, terlebih menjelang Idul Adha 2020. 

” Pemeriksaan kali ini dilakukan mulai dari segi fisik, hingga kebersihan hewan kurban di tempat – tempat penjualan dan penyedia hewan kurban, ” katanya.

Sambung dia, dilihat dari kondisi fisiknya dan kemudian dilihat dari umurnya. Apakah dia belekan atau tidak, performanya bagus atau tidak. 

” Hanya ditemukan beberapa domba sakit mata dan telah diberi salep, ” kata Sulistiyani di Pusat Pengadaan Hewan Qurban di Yayasan Al – Amin Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan.

Sulistiyani menjelaskan, pemeriksaan fisik yang dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan dapat terjaga hingga proses penyembelihan. Bila dinyatakan sehat, maka hewan kurban akan diberi tanda dengan memasang kalung bertuliskan ‘Layak Hewan Kurban’. 

” Ini kalau sudah layak dinyatakan sebagai hewan kurban dari pemeriksaan fisik, kita pasang itu (kalung,red), ” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Sulistiyani, selain itu rata-rata kondisinya sehat dan tidak ditemukan hewan yang bermasalah, hanya penyakit ringan-ringan, ada juga yang matanya luka dan sudah diobati kemudian diberi vitamin untuk menambah stamina dari sapi maupun domba.

” Yang memenuhi kriteria hewan kurban minimal gigi pongkahnya dua dan rata-rata yang dipelihara sudah siap dijual itu yang memenuhi syarat hewan yang akan jadi hewan kurban, ” katanya.

Sulistiyani juga menghimbau kepada pembeli untuk bisa memperhatikan dari sisi kesehatan, secara tampilan hewan kurban, tidak buta, kemudian tidak sakit serta umurnya sudah mencukupi dan berat badannya juga sesuai hewan layak kurban jangan terlalu kecil. 

” Kemudian terkait harga menjelang Hari Raya Idul Adha, harga untuk kambing dan domba rata – rata ada yang jual 70 sampai dengan 75 ribu per kilogram berat hidup, ” imbuhnya.

Diungkapkan Sulistiyani, sedangkan harga untuk sapi ada kenaikan dari biasanya, kisaran 42 hingga 45 ribu per kilo berat hidup, jadi ada kenaikan sekitar 5 ribu per kilo berat hidup. Jika dari hasil pemeriksaan hewan tersebut dinyatakan sehat.

” Kalau sakit matanya, mulutnya nanti ditreatment. Biasanya dikasih injeksi, atau salep mata dan dikasih vitamin A atau E. Jadi untuk mempercepat kesembuhan, ” ungkapnya.

Ditegaskan dia, bagi hewan yang sakit dalam jangka waktu dua minggu belum boleh dipotong. Seperti diketahui menjelang Hari Raya Idul Adha 2020, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan pemeriksaan baik terhadap kandang hewan kurban maupun hewan kurban yang akan dijual, salah satunya di pusat pengadaan hewan kurban milik Pak Haji Prapto Sumberkolak.

” Pemeriksaan akan terus dilakukan hingga H+3 Idul Adha di seluruh titik pengadaan hewan kurban, ” tegasnya. 

Kabid Keswan dan mavet pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Situbondo menambahkan, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memeriksa kelayakan hewan dan kandang hewan kurban. Sehingga, hewan yang sampai ke tangan pembeli dapat terjaga kualitasnya.

” Sedangkan untuk kebutuhan hewan kurban tahun 2020 di Kabupaten Situbondo, untuk hewan kurban sapi sebanyak 81 ekor, kambing sebanyak 434 ekor dan domba sebanyak 1762 ekor, ” pungkasnya. (her/im)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan