Silpa Capai 1,128 Triliun, Potret Kebobrokan Dan Buruknya Pembangunan Di Kabupaten Sidoarjo

  • Whatsapp

Sidoarjo TKTNews net – Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo menilai kinerja Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sangat buruk. Bahkan Banggar juga meminta beberapa OPD untuk diganti.

Nurhendriyati Ningsih Juru bicara (Jubir) Banggar DPRD Sidoarjo menjelaskan, Salah satu indikator buruknya eksekutif adalah banyaknya Sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) yang sampai mencapai Rp. 1, 128 Triliun untuk Tahun Anggaran 2019.

“Pada APBD 2019, TAPD dan OPD banyak program yang tidak tercapai, ini menandakan kinerja mereka buruk, sehingga perlu dilakukan pergantian,” terangnya, Selasa (28/07/2020)

Pembangunan yang masih belum terealisasi seperti frontage road dan RSUD Sidoarjo Barat. Tahun 2020 Harusnya sudah bisa dilakukan pembangunan, tapi sampai sekarang belum ada wujud realisasinya.

“Begitu juga RSUD Sidoarjo Barat yang diagendakan bisa terealisasi tahun 2020 juga belum,” paparnya.

Menurutnya apabila kepala dinas yang bersangkutan tak mampu menjalankan tugasnya, maka harus ada pergantian. Apalagi masih banyak SDM yang lebih mumpuni dan bisa dioptimalkan. Pihaknya mengaku akan terus mengawal rekomendasi dari banggar DPRD Kabupaten Sidoarjo ini, meski hingga periode kepala daerah yang baru mendatang.

“Ya akan tetap kita kawal. kalau tidak bisa sekarang ya berarti saat periode kepala daerah yang baru nanti,” ujarnya.

Menanggapi rekomendasi dari banggar ini, Achmad Zaini yang menjabat sebagai sekda Kabupaten Sidoarjo enggan memberikan komentar panjang. Dirinya mengaku akan membawa hal ini ke forum rapat. “Iya, nanti akan kita rapatkan,” katanya singkat.

Sementara itu, Plt Bupati Sidoarjo Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin merespon positif masukan dan rekomendasi dari Banggar tersebut. Namun untuk melakukan pergantian ataupun rotasi di tubuh TAPD dan OPD, dirinya mengaku hal tersebut bukanlah wewenangnya.

“Tugas saya ini hanya mengisi kekosongan, sebagai Wakil Bupati Sidoarjo, jadi tidak bisa ganti pejabat. Tapi pasti akan ada rapat eksekutif nanti terkait evaluasi yang membahas kritikan yang ada,” pungkasnya (Reporter Candra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan