Sensus Penduduk 2020 Dimulai, BPS Ponorogo Terjunkan 800 Petugas Lapangan .

  • Whatsapp

Ponorogo TKTNews Net – Badan Pusat Statistik Kabupaten Ponorogo menerjunkan 800 personel sebagai petugas lapangan Sensus Penduduk tahun 2020. Mereka akan melakukan wawancara dan verifikasi data kepada seluruh warga Ponorogo yang dimulai 1 September hingga 30 September .

Kepala BPS Kabupaten Ponorogo Siswi Harini, saat Kick Off SP 2020 Ponorogo, Senin (31/8/2020) mengatakan, pada pencacahan langsung di lapangan, ke-800 petugas akan mewawancarai warga untuk tiga data pokok.

Wabup Soedjarno dan Kepala BPS Ponorogo Siswi Harini saat melakukan Kick Off SP 2020 Kabupaten Ponorogo di Aula kantor BPS Kabupaten Ponorogo, Senin (31/8/2020).
“Mereka akan melakukan verifikasi kepada seluruh penduduk dari rumah ke rumah. Yang akan mereka dapatkan dari pencacahan ini ada tiga hal pokok. Pertama, jumlah penduduk. Kedua, komposisi penduduk, yaitu berapa laki-laki dan berapa perempuan.

Ketiga, distribusi penduduk. Di Kecamatan Sawoo berapa, Kecamatan Sambit berapa dan seterusnya,” terang Siswi Harini usai Kick Off SP 2020 di aula kantor BPS Kabupaten Ponorogo.

Dalam melaksanakan tugasnya, petugas pencacah ini akan didampingi ketua RT setempat. Warga diminta memberikan data sebenar-benarnya agar data yang diberikan berkualitas. Data tersebut akan menjadi dasar pengambilan keputusan pemerintah dalam melakukan pembangunan dan sektor yang diprioritaskan.

Petugas pencacah yang akan melaksanakan SP 2020 dilengkapi identitas dan alat pelindung diri (APD) sebagai protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19.
“Saat ini sudah 125 ribu warga Ponorogo atau sekitar 14,39 persen warga yang sudah ikut SP 2020 secara online.

Nah, nantinya, seluruh warga akan didatangi untuk diwawancarai bagi warga yang belum ikut SP 2020 online dan diverifikasi saja bagi yang sudah ikut SP 2020 online,” pungkas Siswi Harini.

Ke-800 petugas juga dilengkapi alat pelindung diri sesuai protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19. Mulai dari masker, face shield, dan kaos tangan. Mereka juga akan mengenakan rompi khusus dan nametag atau kartu identitas khusus.

Para petugas tersebut juga sudah mengikuti rapid test covid-19 dan seluruhnya dinyatakan non-reaktif. Mereka juga dipastikan dalam kondisi sehat. Dengan demikian, kata Siswi Harini, warga yang didatangi tidak perlu ragu untuk menerima kedatangan mereka dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan . ( Red )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan