AKIBAT DBD, BALITA DI CAMBAI SELATAN MENINGGAL DUNIA, PEMDES DAN PUSKESMAS LAKUKAN FOGGING

  • Whatsapp

Bangka Tengah TKTNews Net – Akibat terjangkit Demam Berdarah (DBD) atau nyamuk Aedes aegypti pembawa virus dengue terhadap balita yang baru meninggal dunia, Puskesmas Kecamatan Namang lakukan penyemprotan fogging di desa Cambai Selatan kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (02/09/2020).

Sebelumnya Zeza balita berusia kurang lebih 6 bulan telah meninggal dunia 3 hari yang lalu, akibat bahaya nyamuk DBD.

Di ketahui, anak tersebut mengalami bintik bintik di bagian lengan dan badan, kemudian di bawa oleh orang tuanya ke dokter yang ada di Pangkalpinang.Namun anak tersebut tidak bisa di selamatkan dan akhirnya meninggal dunia.

Kades Cambai Selatan Muharam bersama Bidan Herawati, Adel dan warga
Kini Desa Cambai Selatan RT 05 mendapat perhatian serius oleh Pemdes dan Puskesmas Kecamatan Namang, Bangka Tengah.

Kades Cambai Selatan Muharam menyampaikan dengan adanya balita perempuan yang meninggal dunia akibatkan DBD maka kegiatan hari ini desa Cambai Selatan khususnya RT 05
kita adakan penyemprotan Fogging dan berharap kepada seluruh warga Cambai selatan bahu membahu membersihkan lingkungan masing masing supaya kedepan tidak ada lagi korban akibat DBD.

” Kami selaku Pemdes desa Cambai Selatan sangat berterimakasih kepada puskesmas Kecamatan Namang yang peduli serta cepat dan tanggap terhadap wabah nyamuk demam berdarah yang telah merenggut satu nyawa di desa Cambai Selatan,” ungkapnya .

Sementara Itu Bidan Bagian DBD Herawati Puskesmas Kecamatan Namang menjelaskan kegiatan Foging hari ini dalam upaya mencegah dan antisipasi terhadap nyamuk demam berdarah.

Sebelum di adakan penyemprotan sudah kita lakukan surve ke semua masyarakat RT 05 cambai Selatan terlebih dahulu, serta menghimbau kepada seluruh masyarakat agar jentik nyamuk yang ada di bak tampungan air dan kolam ikan yang tidak berfungsi atau yang aktif agar segera di bersihkan atau di ganti secara rutin.

“Disini berharap harus ada sinergi antara warga sering lakukan gotong royong bersama membersihkan selokan dan lingkungan agar terhindar dari wabah tersebut, jadi jangan menghandalkan penyemprotan saja,” ucap bidan.

Selain itu bidan desa Cambai Selatan Adel mengatakan tidak cukup hanya penyemprotan namun kebersihan lokasi rumah masing masing warga sangat penting sekali dilakukan.

“Sebab nyamuk DBD itu bukan bersarang di tempat air kumuh namun di tempat air bersih juga, makanya kalau ada air minum seperti sisa air galon atau air di tempat minum burung dan tampungan lainya segera di bersihkan di situlah biasanya nyamuk tersebut akan bertelur,” pungkasnya (Red )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan