SIMBUL MATINYA PENEGAKAN HUKUM, PULUHAN WARGA USUNG KERANDA MAYAT KE MAPOLRES TULUNGAGUNG

  • Whatsapp

Tulungagung TKTNews Net – Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Komisi Penyelamat Penegakan Hukum ( KOMATGAKUM ) menggelar aksi demo di depan kantor DPRD Tulungagung menuju Polres Tulungagung pada Rabu (02/09/2020).

Aksi ini merupakan buntut dari islah antara Bupati Tulungagung Maryoto Birowo dengan anggota DPRD Tulungagung Suharminto dalam kasus aksi koboi oknum anggota Dewan yang membanting botol bir di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa Tulungagung.

Massa yang berjumlah puluhan orang ini membawa keranda mayat dari depan DPRD menuju ke Polres Tulungagung sebagai simbol matinya penegakan hukum di Kabupaten Tulungagung.

Dok. Aksi didepan Mapolres Tulungagung
Kuasa hukum Komatgakum Heri widodo mengaku kecewa karena laporannya tidak ditangani dengan serius

“Kita sangat kecewa dengan sikap polres setelah kita menerima SP2HP pertama. tiba tiba proses hukum dihentikan dengan alasan tidak cukup bukti,” ujar Heri Widodo.

Di tambahkan oleh Heri Widodo kasus bebasnya oknum anggota DPRD dari PDIP Tulungagung, Suharminto merupakan bukti nyata jika penegakan hukum di Tulungagung telah mati.

“Urusan maaf memaafkan itu merupakan urusan personal mereka. Namun seharusnya proses hukum harus tetap ditegakkan,” tambahya.

Aksi damai dengan melakukan long march dari DPRD menuju ke Polres Tulungagung ini dilakukan dengan layaknya ritual pemakaman. Setelah sampai di depan polres dilakukan shalat jenazah, dengan dipandu Gus Robet keranda yang diletakkan di pintu Polres Tulungagung lalu dibacakan talkin dan dilanjutkan dengan tahlil.

Koordinator aksi KH. Robet Wahidi atau Gus Robet mengatakan aksi yang dilakukan ini merupakan aksi yang menggambarkan pemakaman atas matinya penegakan hukum di Tulungagung.

“Proses laporan kami ke Polres Tulungagung tidak ditangani dengan serius, karena tiba tiba di hentikan dengan alasan tidak cukup bukti, ” ujar Gus Robet mengakiri. (Red )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan