Polisi Bekuk Pengedar Sabu Asal Wonoasih

  • Whatsapp

,

Probolinggo TKTNews Net – Lima tersangka pengedar narkoba diamankan Satreskoba Polres Probolinggo Kota. Dari lima tersangka itu, dua di antaranya mendapatkan pasokan barang haram dari rekannya di Madura.

Hal ini terungkap saat para tersangka ditanya Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya di hadapan awak media, Senin (7/9). “Saya mendapat dari teman di Madura. Saya beli Rp 1,3 juta per gram dan dijual Rp 1,6 juta per gram. Tepatnya dari Sampang,” ujar Suripto Efendi.
Pria berusia 33 tahun itu merupakan warga Jalan Klengkeng, Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Dia dibekuk polisi di rumahnya, Selasa (25/8), sekitar pukul 20.30.

Bersamanya polisi megamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, tiga klip sabu-sabu masing-masing seberat 19,55 gram; 0,38 gram; dan 0,32 gram. Ada juga satu unit ponsel dan satu unit sepeda motor matik.
Selain Suripto, polisi juga mengamankan warga Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Ade Rohman, 38. Ia juga merupakan pengedar sabu-sabu jaringan Madura. “Saya dapat dari Madura. Ya saya pakai juga,” ujarnya.

Awalnya, polisi mengamankan warga Desa Pohsangit Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Diya Abdurahman, 22. Dia kedapatan membawa sabu-sabu. Kepada penyidik, dia mengaku mendapatkan barang dari Ade.

Karenanya, polisi langsung mendatangi rumah Ade dan menggeledahnya. Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti. Berupa 5 klip sabu-sabu dengan berat total yang dibawa Diya dan Ade 1,25 gram.
Selain tiga tersangka itu, Satreskoba juga mengamankan dua tersangka kasus sabu-sabu lainnya.

Yakni, Sugeng, 32, warga Desa/Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Dia diketahui membawa sabu-sabu seberat 0,53 gram. Serta, Amir,47, warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Dari rumahnya, polisi mengamankan sabu-sabu seberat 0,16 gram. Serta, sebuah bong, satu pipet, sebuah korek api, dan satu unit ponsel.

Total sabu-sabu yang diamankan Satreskoba seberat 22,19 gram. Jika dirupiahkan nilainya sekitar Rp 33.504.000. “Ada enam orang yang diamankan selama Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2020, dalam 10 hari terakhir. Sebenarnya yang menjadi sasaran dua orang, tetapi dari pengembangan ada 6 orang. Lima terkait peredaran sabu-sabu dan satu orang karena peredaran sediaan farmasi,” ujar Ambariyadi.
Seorang tersangka yang tanpa izin mengedarkan sediaan farmasi itu adalah Herwanto, 20, warga Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Ketika dibekuk, dia membawa 10 butir pil Trihexyphendyl di Terminal Bayuangga, Kota Probolinggo. Dari rumahnya, polisi menemukan 528 butir pil Trihexyphendyl.

Herwanto disangka melanggar pasal 196 dan pasal 197 ayat (1) UU RI Nomor 36/2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.
“Sedangkan, untuk peredaran narkotika dijerat pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara. Denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” jelas Ambariyadi.
Kasatreskoba Polres Probolinggo Kota AKP Suharsono mengaku, masih berupaya mengembangkan penyelidikan terkait jaringan peredaran narkotika ini.

“Sedang kami kembangkan jaringannya. Termasuk proses pengirimannya dari mana masih dilacak,” ujarnya. (Agus )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan