Progres Penyerapan Program Padat Karya Bedah Rumah Desa Beton Lancar

  • Whatsapp

ADVETORIAL

Ponorogo TKTNews Net – Bedah rumah program padat karya guna memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah dan yang terdampak Pandemi COVID-19 sekaligus meningkatkan kualitas rumah.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Perumahan terus menggulirkan bantuan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau dikenal dengan Bedah Rumah.

Bantuan rumah tidak layak huni ,diharapkan dengan bantuan sebesar Rp 17,5 juta per unit rumah tersebut masyarakat bisa lebih bersemangat dalam membangun hunian yang layak huni.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan, program BSPS ini dilakukan dengan metode Padat Karya Tunai (PKT). Tujuannya untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mengurangi angka pengangguran.

Hal ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah untuk menghuni rumah yang layak, sekaligus membuka lapangan pekerjaan sebagai tukang untuk rehabilitasi rumah.

Peningkatan kualitas rumah masyarakat yang tidak layak huni, dengan didukung Pemerintah Daerah melalui berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan meningkatkan akses terhadap tempat tinggal yang layak huni dan dilengkapi dengan prasarana yang memadai .

Untuk seluruh Bentuk bantuan yang diberikan tidak berupa uang tunai melainkan bahan bangunan yang digunakan untuk membangun. Adapun rincian biaya yang dikeluarkan untuk peningkatan kualitas adalah Rp 15 juta untuk material bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang. Sehingga total biaya yang untuk peningkatan kualitas rumah swadaya (PKRS) satu unit hunian adalah sebesar Rp 17,5 juta

Kepala Desa Beton Totok Ismulato Amd Mengatakan adanya program bedah rumah tidak layak huni ini sangat mendukung pasalnya tepat sasaran dan sangat bermanfaat sekali.

Dan bantuan bedah rumah ini dapat membantu warga kecil yang tidak mampu dan dapat meningkatkan perekonomian warga.

Kamituwo Suwadi juga menjelaskan,bahwa yang mendapatkan bantuan bedah rumah, setiap rumah mendapatkan bantuan sebesar Rp 17.500.000. dana tersebut digunakan untuk membayar tenaga tukang sebesar Rp 2.500.000 ,dan untuk pengadaan material Rp 15.000.000 dari sebuah toko yang telah ditunjuk sebelumnya.

Dari 18 rumah warga yang mendapatkan bantuan bedah rumah diantaranya adalah rumahnya tumbu dan Setu Jln janoko
Rt 03 Rw 01 Dusun 1 Desa Beton.

Program bedah rumah untuk rumah tumbu dan Setu sudah dikerjakan sekitar satu Minggu dan sudah 40% tahap pengerjaan, tenaga tukang yang mengerjakan adalah dari masyarakat Desa Beton sendiri,dan semuanya berjalan dengan lancar ( Adv Hen)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan