Wisata Snorkeling Gili Ketapang Belum Sumbang PAD

  • Whatsapp

PROBOLINGGO
SUMBERASIH, TKTNew Net – Wisata snorkeling di Gili Ketapang kini kian lengkap. Sebab, di kawasan setempat ditambah sejumlah sarana dan prasarana anyar. Meski begitu, kawasan wisata di pulau yang terletak di Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo ini belum menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) setempat.

Dari Jawa Pos Radar Bromo, hampir setiap akhir pekan, parkiran di pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo dipenuhi oleh wisatawan. Mayoritas wisatawan yang akan ke Gili Ketapang.

Sejauh ini, untuk tiket ataupun parkir semuanya tidak ada yang masuk ke Kabupaten Probolinggo. Salah satunya, karena lahan parkir memang berada di kawasan pelabuhan Tanjung Tembaga. Sedangkan untuk tiket (retribusi) masuk dan lainnya dimanajemen oleh operator snorkeling.

Kasi Destinasi pada Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Musa mengatakan, sudah ada regulasi peraturan desa (perdes) yang mengatur retribusi tiket wisata snorkeling. Hanya saja, masih belum ada kesepakatan terkait retribusi 10 persen yang masuk PAD.

“Pemkab kerjasama dengan desa (BUMDes) untuk pengelolaan retribusi tersebut. Rencananya, retribusi masuk PAD. Tapi, masih belum ada kesepakatan dengan pengelola snorkeling,” kata Musa pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Musa mengungkapkan, tahun ini wisata snorkeling ditargetkan bisa sumbang PAD sekitar Rp 5 juta. Namun, hingga awal dibukanya kembali wisata lokal di Kabupaten Probolinggo, belum ada PAD masuk dari sektor wisata snorkeling.

”Kami masih akan koordinasikan dan diskusikan kembali dengan Desa dan operator snorkeling soal retribusinya. paling tidak ada titik temu yang menguntungkan semua pihak,” ujarnya.

Di sisi lain, Kades Gili Ketapang Suparyono saat dikonfirmasi mengaku, terkait sumbangan PAD untuk snorkeling, bukan karena belum ada titik terang. Hanya saja, mau diterapkan setelah pandemi Covid-19.

“Sudah sepakat, nanti retribusi Rp 5.000 masuk pemkab. Tapi, penerapannya tunggu Covid-19 mereda. Mengingat pengunjung tidak terlalu ramai karena pandemi,” katanya. (Agus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan