Kasus Pembuangan Bayi Dilimpahkan Ke Polresta

  • Whatsapp

PROBOLINGGO
SUMBERASIH, TKTNews Net – Hingga saat ini ibu pembuang bayi yang ada di Desa Sumurmati, Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, belum terungkap. Kasus tersebut terhitung kemarin resmi dilimpahkan ke Satreskrim Polres Probolinggo Kota (Polresta).

Seperti yang ditegaskan Kapolsek Sumberasih Iptu Suyanto, Jumat (16/10) siang. Menurutnya, untuk hasil penyelidikan yang dilakukan oleh unit reskrim Polsek hingga kamis lalu, masih belum ada titik terang. Unit reskrim Polsek Sumberasih setidaknya sudah memeriksa dua saksi atas kasus tersebut.

Menurut kapolsek, kasusnya sudah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Probolinggo Kota. Dengan demikian berkas dan lainnya sudah dilimpahkan dan ditangani Satreskrim. ““Untuk ibu yang membuang bayi itu masih belum diketahui. Perhari ini (kemarin, Red) sudah dilimpahkan,” katanya.

Sayangnya hingga berita ini ditulis Kanit PPA Satreskrim Polres Probolinggo Kota Ipda Kumoro masih belum bisa dihubungi.

Diberitakan sebelumnya, warga Dusun Dam, Desa Sumurmati, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo dikejutkan dengan penemuan bayi di tengah sawah, Jalan Bendi, Desa Sumurmati. Bayi laki-laki seberat 2,8 kg dengan panjang 50 cm yang diperkirakan baru lahir dibawa pulang oleh Mahrom, 56 warga RT 8/RW 2, desa setempat. Serentak warga yang mengetahui kabar itu berbondong mendatangi rumah Mahrom untuk melihat bayi tersebut.

Di sisi lain, RSUD Moch Saleh Kota Probolinggo berkirim surat ke Dinsos Kabupaten Probolinggo, terkait dengan biaya penanganan bayi tanpa identitas. Surat bernomor: 445/2378/425.208/2020 dilayangkan pada Rabu (14/10). Adapun isinya berupa permohonan untuk biaya perawatan bayi tanpa identitas yang diserahkan ke RSUD Moh Saleh oleh Polsek Sumberasih tanggal 11 Oktober lalu, ditanggung Dinsos melalui pembiayaan SKM.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Achmad Arif. Usai menerima surat tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak rumah sakit. “Satu dua hari ini kami akan lakukan koordinasi mengenan hal itu,” kata Arif.

Selain itu, mengenai bayi yang ditemukan dan tanpa identitas tersebut, Dinsos mempersilakan bagi siapa saja yang mau mengadopsinya. Tentunya melalui prosedur yang ada. “Jika memang nantinya tidak ada yang mau adopsi, maka pemerintah daerah akan mengirimkanya ke Sidoarjo. Tempat penampungan anak terlantar,” tandasnya.

Sejauh ini, bayi yang ditemukan di Sumurmati dalam kondisi yang sehat. “Untuk masalah bayi yang kemarin ditemukan, sampai hari ini masih dalam proses pengurusan ke pihak dinsos kabupaten. Karena bayi ditemukan di daerah kabupaten. Jadi kami masih menunggu jawaban dari mereka,” beber Plt direktur RSUD Moh Saleh dr Abraar HS Kuddah. (Agus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan