Rapat Paripurna DPRD Dengan Agenda Pendapat Bupati Terhadap Usulan 5 (Lima) Raperda Inisiatif DPRD.

  • Whatsapp

ADVETORIAL

Ponorogo TKTNews Net- 21 Oktober 2020, Rapat Paripurna DPRD dengan agenda pendapat Bupati terhadap usulan 5 (lima) Raperda inisiatif yang digelar di gedung DPRD Kabupaten Ponorogo.

Acara dihadiri oleh Plt Bupati ,Ketua DPRD, Anggota DPRD , Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo beserta jajarannya.

Adapun acaranya adalah,Menyanyikan lagu Indonesia raya,Pembacaan daftar hadir oleh sekretariat DPRD kabupaten Ponorogo.

Jumlah anggota DPRD 45 orang hadir 19 orang,pembacaan doa oleh ,Pembukaan acara wk ketua DPRD,Pendapat Bupati 5 Raperda inisiatif DPRD Kabupaten Ponorogo.

Raperda tentang desa wisata, tentang pengendalian air bawah tanah, pengelolaan persampahan, tentang perlingungan Pekerja Migran Indonesia,tentang fasilitas pendidikan madrasah Diniyah yang formal dan pondok pesantren Penutup,yang terakhir adalah Menyanyikan lagu bagimu negeri sebagai penutup acara Paripurna.

Harapan Plt Bupati Ponorogo H Soedjarno MM dari tiap raperda
Menata wisata didesa masih masing sehingga mampu mendatangkan wisatawan dari desa lain.

Masyarakat tertentu diberikan penampungan air di setiap lingkungan sehingga air rumah tangga tidak mengalir ke sungai – laut.Perlunya penanaman pohon (reboisasi) sehingga penyerapan air semakin banyak.

Raperda baru mampu menjadikan masyarakat mampu sadar dalam permasalahan persampahan.Mengurangi penggunaan plastik.
-menjadikan PMI ( Pekerja Migran Indonesia ) sadar memanfaatkan penghasilan untuk usaha di daerah sendiri.

Pendapat umum Bupati terkait 5 (lima) raperda yang disampaikan hari ini. 5 (lima) Raperda inisiatif dewan ini secara umum bertujuan untuk menata berkehidupan bermasyarakat sesuai Raperda masing-masing tentunya, untuk itu memberikan dasar, memberikan regulasi bagi masyarakat untuk melaksanakan itu semua tentunya perda ada kewajiban dan sanksi dan sebagainya. Namun perlu dicermati karena memang raperda yang diusulkan itu seperti penataan air tanah itu tidak gampang juga karena terkait dengan iklim kita harus mengarahkan kepada masyarakat untuk tidak mengunakan dengan berlebihan dirasakan tidak juga melakukannya itu karena airnya tidak ada.

Kalaupun toh dia mau mengambil air dari bawah tanah dengan sibel pam dan kan sesuai hanya kebutuhannya saja, kalau sudah tercukupi harus berhenti. harus berhati-hati dalam pembuatan Perda agar bisa dilaksanakan oleh masyarakat, karena semua Raperda bertujuan baik yaitu demi kemajuan dan penataan di Ponorogo dalam kehidupan sehari hari.( Adv Sutini)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan