Mochamad Yahya, ” Orang Dalam Gangguan Jiwa Harus Disayang

  • Whatsapp

Jombang TKTNews.Net-Ahir tahun 2015 tepatnya bulan Oktober merasa terenyuh melihat banyaknya orang yang mengalami ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) saya merasa tersentuh karena kurangnya perhatian keluarga, sampai dibiarkan keliaran, ada yang di pasung.

Itu dikarenakan pemahaman masyarakat kurang, dan imet yang ada terkait hal ini, padahal sebenarnya ADGJ bisa disembuhkan kami bersama sama semua fihak, meskipun diawal perjalanan memang tidak ada anggaran, karena waktu itu dilakukan berdasarkan kemanusiaan dan keikhlasan. Jum,at (11/06/21)

Menurut Kepala Desa Bongkot Mohammad yahya (47 tahun) menjelaskan,” Bersama para kader datang kerumah rumah untuk membuka pasung, kita mengajak Babinsa, Babinkamtibmas, kemudian memberikan edukasi pada keluarganya bahwa itu bisa disembuhkan yang penting disayang, lambat laun berhasil menyadarkan semuanya melalui edukasi yang kita lakukan,

” Saat ada pembangunan Dana Desa (DD) mereka semua kita libatkan dalam pekerjaan sehingga ada pemasukan dan kegiatan, untuk Desa Bongkot sekarang sudah bebas UDGJ, kemudian kita membuka ruang untuk Desa lain , namun karena keterbatasan anggaran hanya mampu membuka ruang untuk 6 desa sekitar,

” Lebih menggembirakan lagi dengan adanya Posyandu Pelita harapan adalah ODGJ yang sudah sembuh bisa membimbing adik kelasnya atau yang baru msuk, contohnya mbak Lilik , kini para Tersayang sebutan ODGJ 6 bulan sekali kita ajak rekreasi guna untuk terapi sosial, semua perangkat dan lembaga desa kita libatkan tidak ketinggalan Danton Hansip, dan para kader juga kerjasama dengan tukang potong rambut.

” UDGJ, salah satu penyebab adalah faktor ekonomi dan selain penyebab lainnya, dengan berjalannya waktu ada juga yang memberikan perhatian khusus termasuk Dinas Sosial, Persatuan Warga Tionghoa, dan donatur tidak tetap yang peduli sesama, karena pada dasarnya kita sama-sama mempunyai hak untuk bahagia, ” Pungkasnya. (Jit).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan