Platfon Perpustakaan IAIN Ambrol, Wartawan Dilarang Masuk Liputan, Ada Apa Gerangan ,,,??

  • Whatsapp

Kediri-TKTNews Net- Platfon Gedung Perpustakaan IAIN Kediri yang berada di Jalan Sunan Ampel Kelurahan Ngronggo Kecamatan Kota Kediri dikabarkan ambrol pada Jumat (25/06/2021). Mengingat Gedung Tersebut dibangun Sekitar Tahun 2018.

Informasi awal, saat kejadian tengah digelar Workshop Peningkatan Kapasitas Mutu Internal. Belum diketahui apakah ada korban jiwa atas peristiwa ini. Hingga Tim BPBD dan Polres Kediri Kota saat berita ini diturunkan tengah menuju ke lokasi kejadian.

Gedung perpustakaan berada di lantai empat atau paling atas dikabarkan ambrol dan mengenai sejumlah peserta. Salah satu saksi mata, Qoriul Istafidz mengaku mengetahui peristiwa ini ada story sejumlah mahasiswa IAIN. “Saya tahunya dari story WA, atap lantai empat ambrol saat digelar workshop. Tepatnya gedung perpustakaan yang lantai paling atas,” jelasnya.

Apriliani, salah satu Dosen IAIN saat dikonfirmasi atas kejadian ini, mempersilahkan untuk konfirmasi langsung kepada Kabag Umum Budiyanto. Karena dirinya tidak punya kewenangan memberikan keterangan kepada media. Saat berada di TKP, satpam IAIN kota Kediri melarang wartawan untuk masuk melakukan liputan, Ada apa Gerangan ..??. Dan Perlu diketahui saat pembangunan gedung ini dulu, sempat diwarnai aksi demo dari citivas kalangan akademik dan para karyawan bangunan bertuliskan Gedung Mangkrak Penuh Rekayasa Korupsi, dibentangkan di depan gedung perpustakaan. Saat itu, 26 Juni 2018.

Kali ini saat Menag RI Yaqut Cholil Qoumas bersilahturahmi ke Ponpes Lirboyo, platfon bangunan tersebut ambrol. Berusaha dikonfirmasi, Nur Chamid mengelak dengan menyebut Ahmad Subakir (Pembantu rektor 1, red). Kebetulaan keduanya datang menyambut rombongan Menteri. “ke Pak Bakir,” ucapnya singkat, Jumat (25/06/2021).

SEMA ( Senat Mahasiswa ) IAIN Kota Kediri kembali mengeluarkan rilis, hal ini terkait beredarnya video berisi plafton yang ambrol melalui aplikasi Whatsapp. Tentunya ini menjadikan polemik baru, mematik akan menggelar aksi di halaman kampus.

Dikuatkan adanya bukti chat dari whatsapp oknum pegawai Bagian Tata Usaha Akademik, tersirat akan seruan untuk tidak mengunggah video tersebut. Hal ini sontak direspon pedas Ketua Umum SEMA IAIN Kediri, Yusuf Pudjianto.

“Kami menilai chat itu sangat tidak pantas, Secara tersirat chat tersebut dapat kita identifikasi. Bahwa dugaan kuat akan adanya kongkalikong atau penyelewengan dari pihak birokrasi kampus sangatlah terlihat,” ucapnya.

Puji, juga menduga proyek pembangunan tersebut sebelumnya ada permainan antar kontraktor dan pimpinan diatasnya. “Kemungkinan kuat yang menjadi pemain dari proyek gedung itu pimpinan di atasnya, kabag umum akademik atau rektorat,” Pungkasnya.

Persoalan kedua dipermasalahkan, larangan chat bentuk pimpinan IAIN anti kritik bahkan alergi. “Yang menjadi permasalahan juga, himbauan pimpinaan IAIN Kediri itu sama halnya mengkebiri nalar kritis mahasiswa, padahal ini persoalan fasilitas kampus yang merupakan suatu hak bagi para mahasiswa untuk kita peroleh, akan tetapi jika kualitas fasilitas ini sangat rendah justru itu sangat membahayakan mahasiswa,” tegas Puji.

Akhirnya pihak kampus melalui Kabag Umum Budiyanto berkenan menemui wartawan untuk memberikan keterangan. Dia memastikan bahwa atas kejadian ini tidak ada korban jiwa. Lokasi berada di Auditorium Perpustakaan di Lantai 4.

“ Peserta Yang hadir ada 50, sedangkan undangan sekitar 70, Pas ada acara, kemudian ada atapnya roboh gitu. Korban jiwa, saya pastikan tidak ada. Kalau penyebabnya tidak terlepas dari cuaca buruk sekarang ini. Kalau peserta shock kemungkinan, namanya kejadian seperti itu mereka kan kaget” Ungkap Budianto. (Ahmad Dedie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan