Rapat Paripurna DPRD Kota Malang,Turun – nya PAD Dalam Perubahan APBD 2021 Jadi Sorotan Fraksi

  • Whatsapp

ADVETORIAL

Kota Malang – TKTNews. Net – Rapat Paripurna yang digelar di gedung DPRD Kota Malang j pada hari Kamis 23 September 2021 jalan Tugu no 1A kali ini bertemakan penyampaian pendapat akhir fraksi dan Pengambilan Keputusan DPRD terhadap RANPERDA Kota Malang tentang APBD Tahun Anggaran 2021.

Didalam rapat secara keseluruhan fraksi-fraksi yang duduk menjadi anggota legislatif, sepakat dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang tahun 2021.

Namun ada beberapa catatan penting, rekomendasi strategi, saran dan masukan sebagai dasar pelaksanaan program dan kebijakan yang lebih efektif, serta menyentuh langsung akar permasalahan Kota Malang.

Suatu hal yang disoroti oleh PDI-Perjuangan adalah turun – nya proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) utamanya sektor pajak daerah dan retribusi daerah.

“Menurunnya proyeksi PAD terutama sektor pajak daerah dan retribusi daerah, maka perlu dilakukan penguatan sistem berbasis Online melalui kontrol yang juga ketat dan evaluasi berkala dengan melakukan reformasi di bidang perpajakan daerah.

Saran perwakilan PDI-Perjuangan Iwan Mahendra” saat Rapat Paripurna menyampaian dalam hal pandangan fraksi terhadap Perubahan APBD 2021 .

Iwan menerangkan agar dilakukan penguatan desain pada sistem perencanaan anggaran yang berbasis multi kondisi dimana operasional anggaran bisa melakukan resiliensi anggaran. Disamping itu, pihaknya memberikan catatan penting akibat turunnya PAD.

“Akibat penurunan pendapatan terdapat program yang harus menjadi prioritas penggunaan anggaran belanja dalam mendanai program sebagaimana yang tercantum dalam Perubahan RPJMD 2018-2023, Perubahan RKPD 2021, KUPA-PPAS serta penanganan Covid-19” urainya.

Senada dengan PDI-Perjuangan, fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun menyoroti penurunan PAD.

“Adanya penurunan PAD dan penyesuaian dalam perubahan APBD 2021 maka Pemerintah Kota Malang harus dapat membangun sinergisitas yang baik dengan seluruh komponen perangkat daerah untuk mengambil langkah-langkah strategis, efektif dan terukur agar dapat memenuhi target PAD yang telah ditentukan” ujar perwakilan Partai Keadilan Sejahtera, Rokhmat.

Selaras dengan itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga memberi catatan penting dalam perubahan APBD ini. Catatan strategis yang telah dibacakan oleh Arief Wahyudi.

“Target penyesuaian PAD yang tercantum dalam Ranperda Perubahan APBD 2021 merupakan target minimal dan bukan target maksimal.

Oleh karena itu pihaknya menyarankan agar OPD yang dapat melampaui target yang ditetapkan mendapatkan reward dan sebaliknya yang kurang dari target memperoleh punishment” saran Arief.

Politis dapil Klojen ini pun menilai Covid-19 mengalami penurunan sehingga geliat perekonomian dapat ditingkatkan.

Tak terkecuali, rekolasi Pasar Blimbing yang terkesan kumuh agar dapat diperbaiki agar perekonomian dapat tertata.

Selain itu, Partai Golkar Nasdem dan PSI memandang perlu memberikan catatan, saran serta masukan dalam mendorong capaian target pendapatan pada sektor pajak dan retribusi.

“Dalam upaya memenuhi capaian target pendapatan pada sektor pajak, partai Golkar, Nasdem dan PSI membuat terobosan dan inovasi pembayaran pajak atau retribusi agar masyarakat dapat lebih mudah membayar pajak di berbagai tempat” kata Gagah Soeryo Pamoekti.

Politisi termuda dari Partai Nasdem ini menambahkan agar perangkat daerah penghasil agar tetap konsisten dan bekerja maksimal dalam pengumpulan PAD.

Sementara itu pandangan Partai Demokrasi, PAN, Perindo yang disampikan Alkasa Sulaiman mengatakan bahwa Pemerintah perlu menggerakkan perekomian Kota Malang mulai bangkit.

“Diperlukan inovasi strategis dalam rangka mendukung perekonomian yang mulai bergeliat sehingga perekonomian dapat berjalan dengan baik” ujar Alkasa.

Rapat Paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika dan diselenggarakan secara hybrid. Untuk tatap muka dilaksanakan oleh Walikota Malang Sutiaji, Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Sekteraris Daerah Kota Malang, Erik Setyo. Sementara undangan lainnya melalui virtual di tempat kerja masing masing. ( Adv Setia)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan