Cindro Pujiono po Merasa Dibodohi Oknum Pengadilan Tata Niaga Surabaya

  • Whatsapp

Jombang TKTNews.Net – Hiruk pikuk permasalahan Cindro Pujiono.PO setelah adanya penyegelan rumah dan toko Juwita oleh kurator berdasarkan ketetapan dari PKPU Pengadilan tata niaga Surabaya beberapa bulan lalu, termasuk didalamnya pembayaran pada 29 karyawan masih, terkatung katung, walhasil banyak menyisakan beberapa persoalan yang tak kunjung usai karena ketidak akuratan data dan ketidak transparan oknum. Minggu (26/09/21)

Cindro Pujiono PO, adalah warga jalan KH. Hasyim Asy’ari Kecamatan/Kabupaten Jombang yang diputus Pailit oleh PKPU Pengadilan Tata Niaga Surabaya Provinsi Jawa Timur pada tanggal 25 Januari tahun 2021 dengan nomor perkara 84 Pdt sus/2020,

Dirinya memohon kepada Komisi Yudisial Republik Indonesia untuk mendapatkan keadilan berdasarkan klausul 1. Samudra baja dunia tanpa bukti asli, hanya foto copy , 2. PT sumber bina karya bina mandiri (SBKM) saya tidak mempunyai hutang karena sudah di take over oleh PT Samudra baja dunia kepada PT abadi mitra bersama perdana, itupun dibuktikan oleh lawyer PT SBKM. 3.PT Trinisia Gemilang Perkasa (TGP).

Dari hasil pencocokan tersebut di putus bebas dalam kasus pidana dan sudah dikuatkan oleh putusan Mahkamah Agung RI nomor 1099 K/Pid/2018, dan Cindro Pujiono.PO dibebaskan onslah ( sudah bayar) dibuktikan amar putusan, sudah dibayarkan pada Yongki hermawan, artinya sudah selesai, sidang terakhir putusan renvoi. (Pembaharuan) 9 juni 2021.

Orang yang merasa korban pembodohan ini berharap keadilan kepada Komisi Yudisial Republik Indonesia karena telah diputus Pailit oleh Pengadilan Tata Niaga Pengadilan Negeri Surabaya berdasar dari bukti foto copy saja.

Hal ini yang bersangkutan sudah pernah minta ke PT. Samudra Baja Dunia sebagai pemohon atas nama Andre Santoso, warga Semarang Jawa Tengah agar menunjukkan bukti asli tagihan ternyata tidak bisa menunjukkan aslinya,

PT. Trinisia Gemilang Perkasa yang tagihannya di PKPU sudah pernah disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya tahun 2018 dalam perkara pidana.

Menurut Cindro, ” Tagihan di PKPU sudah dicocokkan oleh ketua Majelis Hakim dalam sidang pidana, dan saya dinyatakan sudah membayar lewat transfer dan tunai ke sales PT. Trinisyah Gemilang Perkasa pemilik Yongki Hermawan warga Pare Kediri,

” Saya merasa sangat dirugikan karena dalam persidangan di PKPU, penegak hukum menerima pemohon tanpa bukti asli. Kenapa bukti foto copy itu diterima dan kenapa saya diputus bersalah. Mana keadilan yang mengadili saya,” Ucapnya sambil geram. (Jit).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan